Waspada
Waspada » Keteguhan Husnul Khatami, Tepis Rasa Pesimis Sang Ayah
Aceh Features

Keteguhan Husnul Khatami, Tepis Rasa Pesimis Sang Ayah

Kondisi keseharian Taufik dan Cut Kasihan, sebagai penjemur dan penjual ikan teri kering, warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya, orang tua Husnul Khatami, pelajar Secata PK TNI AD, yang sedang mengikuti pendidikan di Rindam IM, Banda Aceh. Foto direkam Minggu (25/4) lalu. Keteguhan Husnul Khatami, Tepis Rasa Pesimis Sang Ayah. Waspada/Syafrizal
Kondisi keseharian Taufik dan Cut Kasihan, sebagai penjemur dan penjual ikan teri kering, warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya, orang tua Husnul Khatami, pelajar Secata PK TNI AD, yang sedang mengikuti pendidikan di Rindam IM, Banda Aceh. Foto direkam Minggu (25/4) lalu. Keteguhan Husnul Khatami, Tepis Rasa Pesimis Sang Ayah. Waspada/Syafrizal

Berasal dari keluarga kelas bawah secara garis ekonomi, tidaklah membuat Husnul Khatami, 20, warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), menjadi ciut nyalinya, untuk meraih prestasi dan cita-cita.

Bermodalkan kepercayaan diri yang tinggi, juga doa yang tiada henti, didukung dorongan keluarga, teman, juga kerabat, akhirnya putra pasangan Taufik, 60, dan Cut Kasihan, 52, ini, berhasil mewujudkan impian dan cita-citanya, untuk bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD).

Menurut penuturan ayahnya, Taufik, Minggu (25/4) lalu, di kediamannya pesisir laut Abdya, tepatnya di Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, kawasan Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Kepada Waspada.id Taufik mengutarakan cita-cita dan impian anaknya Husnul Khatami itu sudah sangat lama didengar, jauh sebelum anaknya menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Setelah tamat SMP, Husnul kemudian masuk ke SMA. Lulus SMA sekitar tahun 2018 lalu, Husnul kemudian mondok di Pesantren Samalanga, Aceh Utara,” ungkap Taufik.

Taufik yang kesehariannya bekerja sebagai penjemur ikan teri, kemudian dijual kepada agen penadah, mengaku sangat terkejut dengan keinginan menggebu-gebu anaknya yang tak kunjung pudar, untuk bergabung menjadi prajurit TNI, meskipun sudah mondok di Pesantren Samalanga. “Saya bukannya tidak setuju, malah sangat mendukung. Namun, yang jadi pikiran saya, darimana kami dapat dana untuk memasukkan pendidikan anak kami ke TNI, sedangkan kerja kami hanya penjemur dan penjual ikan teri ini,” tutur Taufik.

Didampingi isteri tercinta Cut Kasihan, Taufik juga mengaku tidak menghambat keinginan anaknya itu. Bahkan, dia mendorong semangat anaknya, meskipun dia mengaku sangat pesimis anaknya lulus. “Sebagaimana orang-orang bilang, dunia sekarang semuanya harus uang di muka. Sementara anak saya berjuang masuk TNI tanpa uang sepeser pun. Makanya saya pesimis,” sebutnya.

Namun, ketidakberdayaan dan rasa pesimis Taufik, langsung terbantahkan saat dirinya mendengar anaknya lulus masuk Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karir (Secata PK) TNI AD. “Sebelumnya, saya melihat anak saya sangat giat dan gigih berlatih, juga berdoa agar bisa lulus. Menurut Husnul, usaha dan doa, Insya Allah lulus,” kata Taufik haru.

Atas keberhasilan putranya, Taufik mengaku banyak mengucap syukur kepada Allah SWT, karena telah menunjukan keadilan-Nya. Taufik juga mengucapkan banyak terimakasih kepada TNI AD pada umumnya, khususnya Kodim 0110/Abdya yang telah mendorong dan menfasilitasi impian anaknya, hingga lulus menjadi prajurit TNI.

Saat ini, Husnul Khatami, putra kedua dari 3 bersaudara (abang Iqral Agustian dan adiknya Muhammad Al Quddusi), buah cinta Taufik dan Cut Kasihan ini, sedang menjalani Pendidikan Prajurit Tamtama TNI AD gelombang pertama, di Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM) Banda Aceh, yang dibuka langsung oleh Danrindam IM Kolonel Inf Marzuki pada Rabu (21/4) lalu.

Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Arip Subagiyo terpisah mengatakan, ada 4 orang putra terbaik dari Abdya, dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2021, di Rindam IM.

Dandim Arip juga mengatakan, sepanjang tahun pihaknya membuka kesempatan, sekaligus memfasilitasi seluruh putra putri Abdya, untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD, mulai dari penerimaan perwira, bintara, dan tamtama. Ajakan itu kemudian secara kontinyu disosialisasikan oleh jajaran Babinsa ke seluruh wilayah. “Kami tegaskan kembali, TNI AD membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk seluruh putra putri Indonesia di seluruh wilayah, bergabung menjadi prajurit TNI. Kami pastikan penerimaan prajurit ini digelar secara transparan dan gratis tidak ada pungutan biaya,” demikian Dandim Arip. Waspada/Syafrizal

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2