Waspada
Waspada » Kepala BNN Aceh : Peredaran Narkoba Di Aceh Masif
Aceh

Kepala BNN Aceh : Peredaran Narkoba Di Aceh Masif

Waspada /Syafrizal Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Drs Heru Pranoto M. Si, saat memberikan keterangan kepada awak media, didampingi Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, SH di pendopo bupati Abdya. Senin (16/11).

BLANGPIDIE (Waspada) : Selama pandemi corona atau Covid-19 mewabah Indonesia, peredaran narkoba khususnya di Provinsi Aceh, masih sangat masif terjadi.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Brigjen Pol Drs. Heru Pranoto M. Si, saat temu ramah dengan Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH, di Pendopo Bupati Senin sore (16/11) lalu.

Menurutnya, selama ini, baik jajaran Polda Aceh, BNN Aceh dan jajaran Polres di Aceh, sudah melakukan penangkapan terhadap para pengedar narkoba.

Artinya, meski ditengah pandemi corona ini, tidak menurunkan para pelaku melakukan peredaran narkoba.

Brigjen Pol Heru meminta seluruh elemen masyarakat, harus betul-betul mewaspadai, karena disaat pihaknya dan pemerintah daerah sedang fokus melakukan upaya pencegahan corona, justru pelaku memamfaatkan peluang ini, untuk melakukan peredaran narkoba.

“Kita akan terus melakukan upaya represif. Kemarin, kita dari BNK sudah menangkap 19 kilogram ganja, kemudian Polda Aceh juga sudah menangkap 20 kg, jadi perlu kami sampaikan lagi, bahwa peredaran narkoba masih tetap ada,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya akan terus berusaha untuk menurunkan peredaran narkoba dengan berbagai upaya, seperti grand diesen alternatif dan membangun desa bersinar, meskipun desa bersinar ini, belum sampai keseluruh desa di Aceh.

“Yang perlu kita ketahui, tidak ada desa yang terbebas dengan peredaran narkoba, walaupun tingkat masifnya berbeda-beda, karena jika desanya kecil, bisa saja untuk jalur dan bisa juga sebagai peredaran, dengan tingkat peredarannya kecil,”’ pungkasnya.

Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH, dalam kesempatan itu menyebutkan, bahaya narkoba mengakibatkan dis-integrasi bangsa jika tidak ditanggani dengan serius, dimana kerusakan yang ditimbulkan sangat kompleks.

“Akibat menggunakan narkoba, kerusakan yang dialami oleh manusia sangat komplek, mulai dari kerusakan fisik, mental dan juga moral, ” sebutnya.

Bupati Akmal menjelaskan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa semakin hari narkotika sudah sangat memprihatinkan.

Sebab, bahaya narkoba sudah masuk ke elemen tanpa mengenal status sosial, pangkat, jabatan, miskin, kaya, tua dan muda.(b21).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2