Waspada
Waspada » Kemensos Resmikan Sapras Komunitas Adat Terpencil
Aceh Ekonomi

Kemensos Resmikan Sapras Komunitas Adat Terpencil

DIREKTUR Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Ditjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI diwakili Kasubdit Pelaksanaan Pemberdayaan Sosbud, Ekolink, Sulistyaningsih melakukan pemotongan pita pada peresmian bangunan sarana dan prasaran KAT di Pantan Sinaku, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (26/11). Kemensos resmikan Sarpras Komunitas Adat Terpencil. Waspada/Ist
DIREKTUR Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Ditjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI diwakili Kasubdit Pelaksanaan Pemberdayaan Sosbud, Ekolink, Sulistyaningsih melakukan pemotongan pita pada peresmian bangunan sarana dan prasaran KAT di Pantan Sinaku, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (26/11). Kemensos resmikan Sarpras Komunitas Adat Terpencil. Waspada/Ist

ACEH (Waspada): Kementerian Sosial (Kemensos) RI meresmikan sarana dan prasarana air bersih, MCK komunal, balai sosial dan penghijauan bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Desa Pantan Sinaku, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (26/11).

Ketua Umum Lembaga Peduli Dhuafa (LPD) Indonesia, Musfendi AR melalui siaran pers yang dikirim kepada Waspada.id, Minggu (29/11) menyebutkan, semua sarana dan prasarana yang dikerjakan pihaknya di Pantan Sinaku, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah merupakan program Indomaret Peduli Komunitas Adat Terpencil.

Program ini bisa diwujudkan dari pengumpulan donasi Pelanggan Indomaret untuk pembangunan sarana dan prasarana KAT di 12 lokasi seluruh Indonesia. Pengumpulan donasi periode 1 Juni hingga 30 September pada 2019 itu berhasil menampung donasi pelanggan Indomaret Rp7.6 miliar yang diperuntukkan pembangunan air bersih, MCK komunal, balai sosial, penghijauan dan penerangan di seluruh Indonesia.

“Program kegiatan KAT di Pantan Sinaku dilaksanakan sudah berhasil kita laksanakan dengan baik. Dengan diserahkannya fasilitas publik kepada pemerintah daerah maka masyarakat KAT Pantan Sinaku sudah dapat menikmati fasilitas yang dibangun. Anggaran yang diberikan untuk melaksanakan berbagai pembangunan di sini senilai Rp600 juta,” sebut Musfendi.

Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Ditjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI diwakili Kasubdit Pelaksanaan Pemberdayaan Sosbud, Ekolink, Sulistyaningsih mengatakan pada momen yang penting inilah dirinya mengajak semua pihak untuk turut mengambil bagian berkonstribusi dan bermitra.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Penyelenggara PUB Indomaret Peduli KAT, Pemkab Bener Meriah, Lembaga Peduli Dhuafa selaku pelaksana di lokasi dan seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga terlaksananya pembangunan sarana prasarana di lokasi ini,” kata Anie mewakili Kemensos resmikan Sarpras.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah stategis kemitraan dunia usaha dan konstribusi masyarakat dalam upaya mendukung percepatan program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. “Dengan upaya kita ini, kita harapkan warga kita yang masih hidup dalam keterbatasan pelayanan sosial tersebut dapat mencapai kehidupan yang setara dan sejahtera sebagaimana warga lainnya,” imbuhnya.

Kegiatan ini, lanjut Anie, wujud nyata kontribusi dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah dalam hal ini Program Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil. Dijelaskan, saat ini populasi Komunitas Adat Terpencil di Indonesia berdasarkan database KAT 2015-2019 yang dilaporkan oleh pemerintah daerah senilai 150.000 Kepala Keluarga (KK).

Jumlah tersebut mengalami penambahan dibanding tahun 2015 sebanyak 128.000 KK dan data sesungguhnya jauh lebih besar dan kelompok ini memerlukan perhatian serius.

Pemberdayaan KAT sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Sosial terhadap KAT, pasal 9 yang menyebutkan pemberdayaan dilaksanakan dalam bidang permukiman, administrasi kependudukan, kehidupan beragama, kesehatan, Pendidikan, ketahanan pangan, penyediaan akses kesempatan kerja, penyediaan akses lahan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial; dan/atau, lingkungan hidup.

Fokus Kementerian Sosial dalam pemberdayaan KAT, sebut dia, adalah aspek keterpencilan yang menyebabkan terbatasnya aksesibilitas pelayanan sosial dasar di lokasi, dengan tetap berpegang pada prinsip utama pemberdayaan bertumpu pada manusianya (people center development) melalui proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tidak terbatas pada perubahan secara fisik berupa sarana dan prasarana yang telah dibangun atau di bidang ekonomi mata pencaharian dengan meningkatkan pendapatan warga KAT.

“Akan tetapi juga mengarah pada perubahan mindset, sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang mendukung perubahan dengan tetap mendayagunakan dan memelihara nilai-nilai kearifan lokal,” kata Anie dalam sambutan pada acara penyerahan fasilitas bagi KAT di Kabupaten Bener Meriah.

Kepala Cabang Indomaret Perwakilan Aceh, Lukman menyebutkan program ini positif dan pihaknya bisa amanah dalam menjalankan donasi Pelanggan Indomaret bagi masyarakat komunitas adat terpencil. “Kami berharap masyarakat dapat menjaga dengan baik apa yang telah kami berikan” tuturnya. (b07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2