Kematian Gajah Jantan Di Kawasan Hutan Produksi Diselidiki

  • Bagikan
PETUGAS Balai KSDA Aceh, melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera yang mati di kawasan hutan produksi, Gampong Peunaron Lama, Peunaron, Aceh Timur, Minggu (1/5). Waspada/Ist.
PETUGAS Balai KSDA Aceh, melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera yang mati di kawasan hutan produksi, Gampong Peunaron Lama, Peunaron, Aceh Timur, Minggu (1/5). Waspada/Ist.

IDI (Waspada): Kepolisian kini mendalami dan menyelidiki kematian gajah sumatera di aliran sungai kawasan hutan produksi, Gampong Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (30/4) lalu. Bahkan polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kematian gajah sumatera masih diselidiki, bahkan tim dari polres dan tim kesehatan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh,” ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK, melalui Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana SH, kepada Waspada, Jumat (6/5).

Dia menjelaskan, tim BKSDA Aceh telah melakukan nekropsi, Minggu (1/5). Jalan yang terjal dan harus dilalui dengan berjalan kaki, maka tim naik sekitar pukul 07:00 Wib, dan tiba kembali di Peunaron, sekira pukul 23:00.

Menurut pengakuan dokter yang melakukan nekropsi, lanjut kapolsek, gajah jantan usia setahun itu mati akibat infeksi di bagian kaki persis di bekas jeratan kaki depan kiri. “Diperkirakan, gajah ini mati sekitar 7 hari sebelum ditemukan pertama kali,” timpa Hendra.

Disinggung proses hukum, kapolsek mengaku, pihaknya terus menyelidiki. Namun nantinya kasus itu sepertinya akan ditangani pihak Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. “Barang bukti berupa tali jerat yang menempel di bagian kaki gajah sudah diamankan,” demikian Hendra Sukmana. (b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.