Kelangkaan Solar, Nelayan Tradisional Lhokseumawe Tak Melaut

Kelangkaan Solar, Nelayan Tradisional Lhokseumawe Tak Melaut

  • Bagikan
Karena sulit memperoleh minyak solar, Kamis (21/10), ratusan nelayan tradisional di Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe sudah sepekan tak melaut. Waspada/Zainuddin Abdullah
Karena sulit memperoleh minyak solar, Kamis (21/10), ratusan nelayan tradisional di Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe sudah sepekan tak melaut. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Karena merasa faktor langka dan sulitnya mendapatkan minyak solar di SPBU Nelayan, Kamis (21/10) membuat sebagian besar nelayan tradisional sepanjang pesisir di Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe terpaksa gantung jala dan tidak melaut. Pantauan di lapangan, tepatnya di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti dan sekitarnya, tampak puluhan unit perahu Dompeng nelayan parkir dan tidak beraktivitas seperti biasa.

Terhitung hampir satu pekan terakhir, para nelayan terpaksa menggantungkan jalanya lantaran mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak solar yang menjadi kebutuhan penting untuk dapat melaut.

Salah seorang nelayan Hendra, 40 Desa Ujung Blang mengatakan, dirinya sudah hampir satu minggu mencoba memperoleh minyak solar di SPBU Mini Nelayan di Desa Laos Kala. Namun selalu gagal lantaran kondisi SPBU nelayan yang dinyatakan sedang mengalami kekosongan minyak solar. Kondisi itu membuat nelayan mengeluh karena secara aturan nelayan tradisional tidak bisa memperoleh minyak solar di tempat SPBU lain.

Hendra menyebutkan untuk dapat melaut, dirinya membutuhkan sebanyak 35 liter solar untuk stok kapasitas sekali melaut. Maka dengan tidak adanya solar, membuat para nelayan tidak bisa melaut untuk mencari nafkah kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya.

Hendra mengaku nasib para nelayan tradisional yang umumnya hidup di bawah garis kemiskinan akan semakin terpuruk lantaran tidak bisa memperoleh solar. Sedangkan bagi pengusaha yang memiliki Kapal GT, justru begitu mudah memperoleh minyak solar di SPBU Nelayan dan SPBU umum lainnya. Karena mereka mengantongi surat izin khusus untuk dapat memperoleh minyak solar tanpa hambatan.

Hendra menyebutkan kondisi memprihatinkan itu menimbulkan kesan bahwa nasib miskin nelayan tradisional selalu termarginalkan dan terabaikan pemerintah. “Semoga saja pemerintah segera mamasok minyak solar ke SPBU Nelayan agar kami para nelayan tradisional dapat kembali mencari rezeki di laut,” pintanya dengan polos.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pada Depot Pertamina Regional II Desa Hagu Selatan, petugas Security bernama Herman mengatakan untuk konfirmasi tidak perlu menemui Kepala Depot Pertamina setempat. Karena saat ini, untuk kepentingan informasi dapat dilayani satu pintu melalui bidang Humas Pertamina.

Herman menyarankan untuk konfirmasi langsung ke Bidang Humas Pertamina Sumatera dan memberikan nomor kontak Taufik selaku Kepala Humas setempat. Namun setelah mencoba menghubungi via telepon selulernya, Taufik belum juga merespon dan gagal dikonfirmasi. (b09)

  • Bagikan