Waspada
Waspada » Kedapatan Nongrong Di Warkop, ASN Dipotong TPK 100 Persen
Aceh Headlines

Kedapatan Nongrong Di Warkop, ASN Dipotong TPK 100 Persen

ASN Lingkup Pemko Sabang Apel Senin di halaman kantor Pemko. Waspada/Ist
ASN Lingkup Pemko Sabang Apel Senin di halaman kantor Pemko. Waspada/Ist

SABANG (Waspada): Pemerintah Kota Sabang akan memotong Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) 100 persen bagi setiap ASN yang kedapatan nongrong di Warung Kopi (Warkop).

Begitu juga halnya dengan Tenaga Harian Lepas (THL) jika kedapatan akan diberhentikan secara langsung di lingkungan kerja Pemerintahan Kota Sabang.

Peraturan itu berlaku selama masa Lockdown menyikapi masa pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) di Kota Sabang.

” Ketentuan itu sesuai dengan Surat Sekretaris Daerah Kota Sabang nomor 440/1801/2020, tanggal 23 maret 2020 tentang Larangan ke tempat keramaian cafe dan warkop”, ujar Kepala Bagian Umum dan Humas Sekertariat Daerah Kota Sabang Bahrul Fikri S.STP MM. Rabu (25/3)

Pemko Sabang mengeluarkan surat edaran tersebut disampaikan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sabang terkait larangan nongkrong di tempat keramaian warung kopi atau cafe bagi PNS dan THL.

Larangan tersebut dikeluarkan sehubung dengan edaran Wali Kota Sabang dan seruan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sabang dalam upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Kota Sabang.

Kata dia, untuk sementara waktu PNS dan THL dilarang untuk duduk di tempat keramaian, warung kopi atau cafe baik pada saat hari kerja maupun hari libur, guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Apabila dilakukan juga maka akan dikenakan sanksi pemotongan TPK sebesar 100 persen bagi PNS dan pemberhentian langsung pada bulan bejalan untuk THL,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Pemko Sabang akan menurunkan personel Satpol PP dan WH Kota Sabang untuk melakukan patroli di lapangan. Apabila kedapatan maka akan segera ditindak oleh Pemko Sabang melalui instansi terkait kepegawaian.

“Kita tidak main-main dengan COVID-19 ini, perlu ditindak tegas demi keselamatan kita bersama,” katanya.

Disamping itu, Pemko Sabang juga menyerukan agar jika ada PNS dan THL yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau daerah transmisi lokal COVID-19 maka harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

“Bagi seluruh pegawai kita apabila mengalami gejala demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat, flu, batuk, dan sesak nafas maka segera memeriksa diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat,” katanya mengimbau. (B31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2