Kaum Wanita Ikut Bongkar Tempat Maksiat Di Sigli

  • Bagikan

SIGLI (Waspada): Tidak hanya kaum pria, kaum wanita warga Gampong Kuala Pidie, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie turut keluar rumah. Peristiwa ini terjadi, Kamis (19/8) sekira pukul 15:00 WIB.

Di lokasi yang sama, sekira pukul 12:00 WIB puluhan personel tim gabungan, diantaranya petugas Satpol PP/WH, TNI/Polri, telah hadir membongkar puluhan balai-balai milik warung remang-remang di lokasi Pantai Pelangi, Kota Sigli.

Dengan menggunakan linggis, parang, dan chainsaw (gergaji mesin), petugas memotong dan membongkar bangunan yang selama ini ditenggarai digunakan untuk tempat maksiat.

Di lain waktu, dengan membawa sejumlah poster, para kaum ibu warga Gampong Kuala Pidie ikut mendukung pembongkaran warung remang-remang (Warem), di lokasi objek wisata Pantai Pelangi, Kecamatan Kota Sigli.

Warga marah karena Warem yang terletak berjajar di kawasan pantai perkampungan mereka acap digunakan oknum pengunjung untuk berbuat maksiat.

Beberapa kaum ibu kepada Waspada.id mengungkapkan, para pengunjung yang datang, terutama pasangan muda-mudi tidak punya adab dan sopan santun. Mereka berani mesum di tempat umum.

Warga mengaku juga kecewa terhadap pemilik tempat yang menurut warga tidak melarang bila mendapat pengunjung melakukan perbuatan yang tidak pantas di warungnya.

Geuchik Kuala Pidie, T Shadliar menuturkan, ikut sertanya para kaum perempuan baik muda maupun tua itu lantaran semua warganya sudah sangat marah karena sudah sering melihat pemandangan memalukan yang dilakukan pasangan muda-mudi di dalam rex atau Warem.

Meski pihaknya sering mengingatkan para pemilik tempat, namun ada di antara mereka para pemilik rex justru balik marah kepada perangkat atau tokoh masyarakat gampong. “Ini bang sebenarnya sudah batas kesabaran warga, kami sudah sering mengingatkannya,” tutur T Shadliar.

Para kaum perempuan, warga Gampong Kuala Pidie ikut mendukung upaya pembongkaran rangkang atau bilik yang dibangun di lokasi objek wisata Pantai Pelangi, Kota Sigli, Kabupaten Pidie karena rawan terjadi maksiat, Kamis (19/8). Waspada/Muhammad Riza

Irma, 35, salah seorang ibu rumah tangga yang ikut aksi tersebut berharap dengan adanya protes warga dan tindakan tegas dari tim aparat keamanan, seperti Satpol PP/WH, dan TNI/Polri yang ikut membongkar bangunan-bangunan liar tersebut di tepi pantai, ke depan tidak ada lagi orang-orang yang datang berbuat perbuatan memalukan.

“Kami sangat menghormati tamu yang datang ke tempat kami dengan sopan. Silahkan datang bawa keluarga dan nikmatilah suasana pantai di kampong kami ini, tetapi janganlah buat maksiat di tempat kami ini,” kata Irma. (b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.