Kasus Pelecehan Seksual Mulai Disidangkan

- Aceh
  • Bagikan
Kasi Pidum Kejari Aceh Timur Ivan Najjar Alavi SH MH. Waspada/M. Ishak
Kasi Pidum Kejari Aceh Timur Ivan Najjar Alavi SH MH. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Perkara tindak pidana dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terdakwa dr. H, mulai disidangkan di PN Idi, Aceh Timur. Lazimnya, sidang pertama dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.

Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Timur hadir antara lain Harry Arfhan, Cherry Arrida, dan M. Iqbal Zakwan. Sidang dipimpin Apriyanti selaku hakim ketua dan Tri Purnama, serta Khalid, sebagai hakim anggota.

Saksi ahli yang dihadirkan yakni Dra Endang Setianingsih, M.Pd, sebagai psikolog dari Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Aceh. Sidang berlangsung aman dan tertib, Rabu (15/9) sejak pukul 15:00 – 16:00.

“Bahwa terdakwa dr H, dihadapkan ke depan persidangan dengan dakwaan Pasal 294 Ayat (2) ke-2 KUHPidana dan Pasal 79 Huruf b UU-RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran,” kata Kajari Aceh Timur Semeru SH MH, melalui Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi SH MH, kepada Waspada, Kamis (16/9).

Setelah sidang pertama, maka sidang lanjutan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi Ad De Charge atau saksi yang meringankan terdakwa dr H.

“Perkara dugaan pelecehan seksual ini terjadi di bulan Juni 2020 lalu di salah satu RSUD di Aceh Timur. Ketika itu korban berinisial H bersama ibunya, ke RSUD tersebut untuk pemeriksaan kesehatannya,” kata Ivan.

Ketika itu, lanjut dia, dr H melakukan pelecehan seksual terhadap korban H. Atas perbuatan itu, lalu saksi yang merasa keberatan melaporkannya ke Polres Aceh Timur. “Bahkan berdasarkan hasil visum et repertum di RSUD Dr Zubir Mahmud, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap H, menyimpulkan hymen atau selaput dara tidak utuh oleh karena benda tumpul,” demikian Ivan. (b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.