Waspada
Waspada » Karyawan RSUD TCD Protes Pembagian Jasmed, Ratusan Pasien Terlantar
Aceh Headlines

Karyawan RSUD TCD Protes Pembagian Jasmed, Ratusan Pasien Terlantar

Bangunan diangnotic Center empat lantai mili RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, telah dipakai. Tampak kendaraan penuh di areal parkir RSUD kebanggaan milik masyarakat Kabupaten Pidie. Senin (13/7). Karyawan RSUD TCD protes pembagian Jasmed, menyebabkan ratusan pasien terlantar. Waspada/Muhammad Riza
Bangunan diangnotic Center empat lantai mili RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, telah dipakai. Tampak kendaraan penuh di areal parkir RSUD kebanggaan milik masyarakat Kabupaten Pidie. Senin (13/7). Karyawan RSUD TCD protes pembagian Jasmed, menyebabkan ratusan pasien terlantar. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Karyawan RSUD TCD protes pembagian Jasmed, menyebabkan ratusan pasien terlantar.

Ratusan pasien di bagian kartu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD), Sigli, Kabupaten Pidie sempat terlantar, Senin (13/7).

Peristiwa ini terjadi menyusul aksi protes ratusan karyawan terkait sistem bagi hasil jasa medis (Jasmed) yang diterapkan pihak manajemen RSUD setempat.

Pembagian Jasmed dengan sistem Logbook dinilai para karyawan sangat memberatkan tim medis di lingkungan RSUD TCD Sigli, karenanya karyawan RSUD TCD protes pembagian Jasmed

Para karyawan selain diwajibkan mengimplementasikan tindakan terhadap pasien, pada saat yang sama juga diharuskan mendokumentasikan secara tertulis kegiatan yang dilakukan terhadap pasien.

“Jika kami melebihi jam kerja yang ditetapkan, maka logbook kami diturunkan.”

Artinya logbook kami tidak boleh melebihi jam kerja yang ditentukan.

Meskipun yang kami lakukan sudah sesuai prosedur dan apa adanya,” kata salah seorang karyawan yang namanya enggan disebutkan.

Pantauan Waspada, sejumlah petugas di bagian kartu terlihat kesal dengan pembagian Jasmed yang dinilai tidak sesuai dengan harapan mereka. Akibatnya para petugas dibagian kartu RSUD TCD Sigli tersebut melakukan protes. Senin (13/7) pagi.

Para petugas dibagian kartu RSUD TCD Sigli tidak lagi melayani pengantaran berkas pasien ke Poly. Akibatnya ratusan pasien terlantar dan terkatung-katung dan banyak diantara mereka memilih pulang dan batal berobat.

Direktur RSUD TCD Sigli dr Muhammad Yassir, SpAn, mengatakan, protes petugas kartu di RSUD TCD Sigli itu merupakan miskomunikasi menyusul pemberlakuan sistem logbook, sehingga berdampak pada minimnya pendapatan Jasmed bagi mereka.

Kata dr Muhammad Yassir, sistem logbook itu dinilai berdasarkan basis kinerja yang dilakukan oleh petugas medis dan manajemen RSUD yang dipimpinnya tersebut.

“Kalau dulu mereka menerima masing-masing Rp4 juta, sekarang sudah turun. Kita memprioritaskan Jasmed kepada petugas pelayanan kesehatan” katanya. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2