Waspada
Waspada » Kapolres Lhokseumawe Panen Terong Dan Padi Di Alue Bili
Aceh

Kapolres Lhokseumawe Panen Terong Dan Padi Di Alue Bili

LHOKSEUMAWE (Waspada): Untuk memacu implementasi Program ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19, Rabu (14/10), Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melakukan panen perdana komoditi buah terong dan padi di Gampong Alue Bili Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara.

Panen perdana dilakukan Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Polres Lhokseumawe Ny Lily Eko Hartanto dilahan seluas setengah hektar terong dan setengah hektar lainnya padi yang sudah berisi dan menguning di Gampong Alue Bili.

Dalam kegiatan panen perdana yang berlangsung sekira pukul 14:30 Wib itu Kapolsek Nisam Iptu Safruddin, perwakilan babinsa TNI setempat dan tokoh masyarakat ikut serta memetik buah terong dan memotong padi ditengah sawah Gampong Alue Bili.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang perlu diimplementasikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Terlebih lagi ditengah kondisi pandemik Covid-19 tentu masyarakat menghadapi berbagai problema kehidupan terutama sulitnya mendapatkan pekerjaan dan berdampak buruk pada perekonomian yang ikut terpuruk.

Untuk menghadapi situasi genting itu makanya setiap polsek yang ada dijajaran Polres Lhokseumawe sudah mengimplementasikan program ketahanan pangan yang mengajak masyarakat petani menanam padi, sayur dan berbagai jenis komoditi lainnya.

Sehingga setiap daerah akan menanam sesuai kebutuhan yang diperlukan masyarakat setempat seperti cabe, terong, bayam, tomat, dan sebagainya menjadi komoditi andalan.

“Untuk kali ini, bisa kita saksikan hasil ketahanan pangan Polsek Nisam bersama warga Desa Alue Bili telah tiba masa panen perdana dari terong dan padi. Tentu hasilnya dapat dinikmati secara bersama untuk memenuhi kebutuhan pokok dapur rumah tangga. Setidaknya sudah menghemat belanja dan memiliki persedian lebih,“ ujarnya.

Kapolres menjelaskan program ketahanan pangan juga berkesinambungan dengan program Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada.

Diantaranya seperti program Kue surga yang diluncurkan untuk kegiatan amal dan sosial dengan membantu warga yang tidak mendapat sentuhan perhatian pemerintah, khusus bagi orang yang tertimpa musibah bencana alam, kebakaran, alami cacat fisik, menderita sakit berat, janda miskin dan anak yatim serta lainnya.

Sehingga bila ada warga yang layak, memenuhi kriteria, dan membutuhkan bantuan sosial dapat segera menghubungi dan berkoordinasi dengan setiap Mapolsek terdekat.

Karena pihaknya akan segera mengulurkan bantuan kue surga yang akan diantarkan langsung ditempat orang yang membutuhkannya.

Kemudian program Jumat Barokah juga membantu membagikan makanan gratis disetiap kecamatan yang dikunjungi di Kota Lhokseumawe dan sebagian wilayah Kabupaten Aceh Utara yang berada diwilayah teritorial Polres Lhokseumawe.

Ditegaskannya, melalui program Jumat Barokah tersebut, selain dapat memberi banyak manfaat, juga dapat membantu makanan gratis serta dapat mempererat hubungan silahturahmi dengan masyarakat.

Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat, mengingat Kota Lhokseumawe sudah masuk katagori Zona Merah, maka jangan ada lagi masyarakat yang menganggap remeh Covid-19.

Karena di Aceh paparan Covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari dan terhitung sudah 200 orang korban yang meninggal dunia.

“Selama belum ditemukan vaksinnya Covid-19, maka gunakanlah cara mudah dan sederhana untuk mencegah penularan Covid-19 yaitu dengan memakai masker,” imbaunya.

Sementara itu’ Geusyik Gampong Alue Bili Muhammad mengatakan pihaknya merasa bersyukur telah mendapat pemahaman dan pembinaan ketahanan pangan dari Polsek Nisam menanam terong dan padi hingga berhasil panen.

Geusyik mengaku Alue Bili merupakan daerah penghasil sayur mayur’ berbagai jenis komoditi, pinang, cabe dan berbagai jenis hasil pertanian lainnya.

Namun sayangnya’ Gampong Alue Bili tidak memiliki jalan transportasi yang layak, dan tidak ada saluran irigasi.

Untuk itu’ geusyik berharap Pemerintah dapat merespon keluhan tersebut’ karena selama ini tidak pernah tersentuh pembangunan dan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Aceh Utara. (b09)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2