Waspada
Waspada » Kakao Pidie Kurang Terawat
Aceh Ekonomi

Kakao Pidie Kurang Terawat

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST, Kamis (1/4). Kakao Pidie Kurang Terawat. Waspada/Muhammad Riza
Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST, Kamis (1/4). Kakao Pidie Kurang Terawat. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Kabupaten Pidie memiliki potensi sektor perkebunan yang sangat besar, diantaranya kakao. Namun apalacur, tanaman tersebut kurang mendapat perawatan.

“Terdapat beberapa permasalahan kakao rakyat di Kabupaten Pidie. Antara lain usia tanaman yang sudah tua, kurangnya pemeliharaan (pemangkasan dan pemupukan-red), serta kurangnya perlakuan pengendalian hama dan penyakit, serta penanaman bibit yang tidak unggul,” kata Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, ST, Kamis (1/4).

Selain kakao, potensi komoditi andalan lainnya, Kopi Robusta, Kopi Arabika, Kelapa Dalam, Pinang, Kemiri, Sagu dan Lada. Khusus Kakao, Kabupaten Pidie memiliki luas areal sekira 10.376 Ha, tersebar di Kecamatan Tangse seluas 2.830 Ha, Kecamatan Glumpang Tiga 1.657 Ha.

Selanjutnya, Padang Tiji 1.563 Ha, Titeu 1.092 Ha, dan juga tersebar di kecamatan-kecamatan lainnya, dengan produktivitas mencapai 581 Kg/Ha, dan jumlah produksi mencapai 3.625 Ton.

Imbuh Fadhlullah, Pemkab Pidie terus mengupayakan peningkatan produksi sektor perkebunan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Pidie. Terkait dengan perawatan atau pemeliharaan, Fadhlullah menjelaskan, pemangkasan pada tanaman Kakao kata dia merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mengoptimalkan nilai produksi secara terus-menerus.

Pengaruh pemangkasan pada tanaman Kakao rakyat, katanya, berdampak besar. Yaitu, meremajakan kembali tanaman yang sudah tua, menurunkan kelembaban kebun, memperoleh iklim mikro yang sehat dan peningkatan produktivitas, serta pemangkasan yang efektif dan tepat waktu dapat membantu pengontrolan penyakit tanaman Kakao.

Wabup Pidie mengungkapkan bahwa produksi Kakao secara nasional bisa menghasilkan 1,2 Ton/Hektar/tahun. Akan tetapi di Kabupaten Pidie produksi Kakao hanya menghasilkan 574 Kg/Hektar/tahun. Di sini lanjut dia, ada sesuatu yang harus ditingkatkan, dari 574 Kg/Hektar/tahun menjadi 1,2 Ton/Hektar/tahun.

“Harapan kami dengan adanya Gerakan Massa Pemangkasan Kebun Kakao pada hari ini akan menambah ilmu bagi petani, serta mampu menambah produksi yang dampaknya akan menambah pendapatan petani,” tandasnya. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2