Kakankemenag Santuni 44 Anak Yatim Peringati Maulid

- Aceh
  • Bagikan

LANGSA (Waspada) : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Langsa, Drs H Hasanuddin MH, menyantuni sebanyak 44 anak yatim dan piatu dalam lingkungan Kemenag Kota Langsa dalam peringati Maulid Nabi Muhammad Saw, di Aula setempat, Minggu (9/1).

Menurut Hasanuddin, 44 anak yatim yang mendapatkan santunan berasal dari berbagai sekolah dibawah Kemenag sebagai wujud perhatian bersama dalam peringatan maulid.

Di samping itu juga, ada juga perlombaan masak yang bertujuan meningkatkan kopentensi darma wanita, “kita berharap ibu-ibu tidak hanya pandai mengurus rumah tangga saja melainkan juga pandai memasak,”pinta Hasanuddin.

Hal lain dikatakan, Hasanuddin, juga telah direhab sebuah ruangan untuk sekretariat darma wanita,” semua agenda kegiatan ini merupakan rangkaian dengan HAB ke-76,” paparnya.

Ketua MPU Kota Langsa, Abati Salahuddin Muhammad S.Ud, dalam tausiyahnya membahas isu yang berkembang bahwa ada yang memojok nabi kita dan menuduh dengan kata yang tidak wajar.

Kita harus melihat sejarah, kita harus melihat realitasnya menambah istrinya itu Sunnah Rasul.

Diceritakan Abati, pada saat Nabi menikah dengan Siti Khadijah usia Nabi 25 tahun sedangkan istrinya 40 tahun, Siti khadijah orang yang kaya dan sangat cinta sekali dengan Islam hal ini melandasi Rasullah menjadikannya istri karena kecintaan nya terhadap Islam.

Setelah meninggalnya Siti Khatijah, ada yang mempertanyakan kenapa tidak menikah lagi. Dan pada usia 50 nabi menikah lagi dengan Saudah bukan karena syahwat karena ada tanggungan anak yatimnya.

Kata Abati, perihal Poligami, ada 4 yang musti difahami bersama yakni, takliniah, artinya ketika menikahi Hafsah karena penghafal Alquran untuk keberlangsungan agama dalam menyelamatkan hafalan Qur’an.

Lalu, Tasriyah adalah untuk keberlangsungan syariat, Iktimaiyah atau siasat, artinya Nabi hijrah dalam mengembangkan Islam serta yang terakhir sia-sia atau politik artinya nabi menikah wanita demi kelancaran dakwah bukan karena syahwat, kalau nabi menikah karena nafsu tidak mungkin menikah dengan para janda-janda yang memiliki tanggungan anak yatim piatu.

“Ada isu yang berkembang saat menikah dengan Siti khatijah adalah memilih berondong, itu tidak benar yang benar adalah bagian dari syariat untuk keberlangsungan agama Islam, kesimpulannya adalah agar tidak salah menuduh dan fahami yang dibuat oleh nabi itu tidak buruk,” tukas Abati.

Di akhir acara Abati membawakan doa, makan kenduti serta peusijuk gedung sekretariat darma wanita dan potong pita oleh Ketua Dharma Wanita Kota Langsa, Cut Safrida.

Terlihat hadir Forkompinda Kota Langsa, Kasubag TU Kakemenag Kota Langsa, Jafar S.Sos.I, Kepala KUA dan Kepala Sekolah MA, MTsN, dan MI se-Kota Langsa.(crp).

Keterangan Foto : Kakankemenag Kota Langsa, Drs H Hasanuddin MH, saat menyantuni sebanyak 44 anak yatim dan piatu dalam lingkungan Kemenag Kota Langsa dalam peringati Maulid Nabi Muhammad Saw, di Aula setempat, Minggu (9/1). Waspada/Rapian

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *