Waspada
Waspada » Kakankemenag Langsa Lantik Empat Kepala KUA
Aceh

Kakankemenag Langsa Lantik Empat Kepala KUA

Kakanmenag Kota Langsa, Drs H Hasanuddin MH, melantik empat Penghulu atau Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kankemenag, Jumat (11/6) sore. Waspada/Rapian
Kakanmenag Kota Langsa, Drs H Hasanuddin MH, melantik empat Penghulu atau Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kankemenag, Jumat (11/6) sore. Waspada/Rapian

LANGSA (Waspada) : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Langsa, Drs H Hasanuddin MH, melantik empat Penghulu Muda atau Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula setempat, Jumat (11/6) sore.

Adapun keempat Penghulu yang dilantik yaitu, M Affas Edward SAg, dari jabatan lama Penghulu Ahli Madya KUA Kec. Langsa Baro, menduduki jabatan baru sebagai Penghulu Ahli Madya atau Kepala KUA Kec. Langsa Baro.

Lalu, Ierham Zakaria S.Sos.I, Penghulu Muda Kepala KUA Kec. Langsa Baro kini berpindah menjadi Penghulu Muda Kepala KUA Kec. Langsa Kota.

Selanjutnya, Zulfahmi SAg, untuk jabatan lama sebagai Penghulu Muda KUA Kec. Langsa Kota kini menduduki posisi sebagai Penghulu Muda atau Kepala KUA Kec. Langsa Timur.

Sedangkan, Zaini R, SAg, sebelumnya menjabat sebagai Penghulu Muda Kec. Langsa Lama yang kini menjadi Penghulu Muda atau Kepala KUA Kec. Langsa Lama.

Usai melantik, dalam arahannya Hananuddin, mengatakan jabatan sebagai Penghulu juga diberikan tugas tambahan sebagai Kepala KUA.

“Kita minta dan mengingatkan jabatan merupakan amanah dari Allah SWT, oleh karenanya jabatan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak,” pesan Kakankemenag.

Pelantikan dan pengambilan sumpah tidak pernah lepas dari pengucapan sumpah demi Allah, oleh karenanya mutasi, rotasi bukan hal luar biasa, namun biasa-biasa saja dan lumrah, tidak ada hal yang luar biasa, artinya pergeseran Kepala KUA dalam wilayah Kota Langsa hanya 5 hingga 7 km saja, berbeda dengan Aceh Timur maupun Aceh Tamiang dan harus siap dalam melaksanakan tugas secara siap dan sigap.

Di samping itu juga setiap Kepala KUA diharuskan punya inovasi yang perlu agar tidak tertinggal dengan daerah lain, artinya harus tampil beda, diberharap berinovasi, seperti di KUA Seunodon dan Aceh Besar yang menciptakan buku panduan nikah dengan kaidah kedaerahan.

“Kita berharap harus punya inovasi setiap kepala KUA, bekerjalah untuk membesarkan lembaga, bukannya kepentingan pribadi atau perorangan, jangan bekerja untuk orang-perorang tapi bekerja untuk sebuah lembaga,” ucap Hasanuddin.

Hal lain saat ini Kantor KUA itu juga memiliki peran sebagai Kantor Balai Nikah dan manasik haji ini punya tugas baru dan memiliki tanggung jawab tersendiri.

Jangan hanya terikat oleh kebiasaan lama yakni nikah-nikah saja, namun lebih dari itu seperti manasik haji, kemakmuran masjid ini menjadi tugas tambahan.

“Kita berhasil bukan kepintaran kita namun berkat dukungan kawan-kawan yang lain karenanya jalin hubungan yang harmonis antar penghulu dan pihak lainnya dengan baik,” pinta Kakankemenag.

Pun demikian, mohon kepada Kepala KUA menyamakan persepsi diantara KUA yang lain dalam artian adanya kesamaan dalam pelaksanaan nikah maupun lainnya.

Menurutnya, diminta kepada KUA agar memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat jangan pernah mempersulit segala urusan, namun kemudahan itu juga sesuai SOP yang telah diatur.

Tentunya Kepala KUA harus menjaga hubungan dengan baik dengan unsur muspika, jangan setiap ada kegiatan selalu diwakili.

“Menjadi Kepala KUA harus mampu menjalin hubungan baik dengan pimpinan kecamatan serta semuanya harus berinovasi demi kemajuan Kementerian Agama di Kota Langsa,” tandas Hasanuddin. (crp).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2