Waspada
Waspada » Kadiskes Pidie: Warga Jangan Panik Bila Lihat Petugas Pakai Baju Mirip Astronot
Aceh Kesehatan

Kadiskes Pidie: Warga Jangan Panik Bila Lihat Petugas Pakai Baju Mirip Astronot

Kadis Kesehatan Kabupaten Pidie Efendi, S.Sos, M.Kes terlihat berbicara serius dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Ir Dewan Ansari di halaman kantor bupati setempat, Senin (16/3). Waspada/Muhammad Riza
Kadis Kesehatan Kabupaten Pidie Efendi, S.Sos, M.Kes terlihat berbicara serius dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Ir Dewan Ansari di halaman kantor bupati setempat, Senin (16/3). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Efendi, S.Sos, M.Kes, meminta masyarakat tidak panik bila melihat petugas kesehatan di lingkungannya memakai baju mirip astronot.

“Itu adalah baju kesehatan Hazmat (Hazardous Material-red). Baju khusus untuk melawan penyakit” kata Efendi usai menjadi inspektur apel di Kantor bupati Pidie, Senin (16/3) pagi.

Menurut dia, penggunaan baju itu selain sebagai Alat Pelindung Diri (APD), juga sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi setiap petugas kesehatan dalam melayani pasien, terlebih saat ini warga Pidie mendadak dikejutkan dengan virus corona atau COVID 19.

”Tentu petugas kami harus berhati-hati dan mereka harus menggunakan APD untuk menjaga kesehatan diri, jangan nanti kita memberikan kesehatan kepada orang lain, tetapi kita sendiri terkena dampaknya. Jadi salah satunya yang kami lakukan bila melihat pegawai kami menggunakan baju mirip astronot jangan pikir berlebihan, itu SOP yang harus kami laksanakan sehingga kita bisa selamat semua,” katanya.

APD Minim

Terkait dengan minimnya baju APD tersebut, Efendi mengatakan pihaknya sudah meminta ke Dinkes Provinsi Aceh, terlebih lagi dari pengalaman beberapa waktu lalu menangani dua warga yang diduga suspect virus corona di salah satu kecamatan di Kabupaten Pidie, petugas Puskesmas ada yang harus mengenakan jas hujan.

“Kami sudah minta kepada Provinsi Aceh agar diminta lagi ke pusat sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh SNI, untuk antisipasi hal semacam itu, kami tentu menggunakan standar kami, paling tidak bisa mengurangi sementara kami harus menangani kasus. Bagaimana kasus sudah ada, kami tidak melaksanakan, ya harus kita gunakan apa yang ada dulum” katanya.

Efendi, mengungkapkan untuk menghindari penularan virus corona atau Covid 19, masyarakat perlu memahami hidup bersih dan sehat. Menurut dia itu penting dalam menjaga sistem penularan virus, tidak mesti virus corona juga penyakit lainnya.

“Terlebih bagi kita pemeluk agama Islam, bersih itukan sebagaian daripada iman. Oleh sebab itu diharapkan pada semua kita, aparatur dan semua masyarakat harus paham, hidup bersih dan sehat,” kata Efendi, sambil berujar minimal saat keluar cuci tangan dengan sabun dan itu sederhana saja mengikuti enam langkah yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI.

“Kalau itu dilakukan oleh semua masyarakat, mudah-mudahan sedikitnya bisa mengurangi dari pada dampak penularan corona. Itu paling minimal, ditambah dengan perilaku kita mau kooperatif, mau bekerjasama apabila ada warga kita mau melaporkan atau ada WNA mau memeriksa ke kita, salah satu yang bisa menghambat sistem penularan corona,” tandasnya.

BPBD Terus Berkoordinasi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Ir Dewan Ansari, mengatakan sesuai tupoksinya BPBD terus melakukan koordinasi dengan Dinkes Pidie juga instansi-instansi terkait lainya, jika memang telah memiliki data yang valid terkait warga yang terinfeksi virus corona baru melakukan siaga darurat.

“Sampai sekarang belum dikeluarkan SK dari bupati untuk siaga darurat. Jadi sekarang kami pantau dulu apa sudah perlu atau belum, kalau saatnya nanti harus dikeluarkan kita akan berkoordinasi dan kita akan rapat dengan semua instansi termasuk TNI/Polri. Tapi itu semua tergantung rekomendasi, apa bila harus dibuat siaga ya kita buatkan siaga,” katanya

Saat ini, lanjut Ir Dewan Ansari, peralatan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APBD) sepert baju Hazmat belum tersedia di BPBD Pidie. “Tapi kalau nanti sudah pada tahap berisiko kami nanti bisa berkoordinasi dengan Dinas Keuangan dan instasi lainnya nanti,” tandasnya. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2