Waspada
Waspada » Jurnalis Tuntut Profesionalisme Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan
Aceh Headlines

Jurnalis Tuntut Profesionalisme Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan

Para jurnalis gabungan organisasi AJI, IJTI dan PWA bersama mahasiswa menggelar aksi damai di Taman Riyadah Jalan Merdeka Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Kamis (8/4). Jurnalis Tuntut Profesionalisme Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan. Waspada/Zainuddin Abdullah
Para jurnalis gabungan organisasi AJI, IJTI dan PWA bersama mahasiswa menggelar aksi damai di Taman Riyadah Jalan Merdeka Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Kamis (8/4). Jurnalis Tuntut Profesionalisme Polisi Usut Kekerasan Terhadap Wartawan. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Puluhan jurnalis gabungan dari organisasi AJI, IJTI dan PWA bersama mahasiswa menggelar aksi damai di Taman Riyadah Jalan Merdeka Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe menuntut sikap profesionalisme polisi untuk mengusut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi, wartawan Tempo di Surabaya.

Organisasi jurnalis tersebut, yaitu Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA).

Para wartawan produktif di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kab. Aceh Utara, sekira pukul 10.00 WIB, Kamis (8/4), menyatukan barisannya untuk melakukan orasi secara bergantian di tempat umum sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis.

Rombongan wartawan juga melakukan long march seraya membawa alat peraga berupa spanduk dan poster bertuliskan kalimat tuntutan yang mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan yang dilakukan oknum aparat keamanan di Kota Surabaya.

Koordinator aksi damai Wartawan Kota Lhokseumawe dan Kab. Aceh Utara, Zaki Mubarak mengatakan, aksi damai tersebut dilakukan sebagai bentuk xolidaritas sesama wartawan.

Dalam aksi damai itu, mereka meneriaki tiga tuntutan kepada instansi kepolisian dalam hal penanganan kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan yang dialami Nurhadi wartawan Tempo di Kota Surabaya.

Kronologis singkatnya, Nurhadi saat menjalankan tugas jurnalistiknya dengan investigasi dalam peliputan kasus suap pajak diduga juga melibatkan Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu.

Kasus tersebut ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Angin ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari. Ia diduga menerima suap dan grativikasi senilai Rp50 miliar dari tiga perusahaan, yakni, PT Jhonlin Baratama, PT Gunung Madu Plantations dan PT Bank Pan Indonesia (Panin).

Namun malangnya, Nurhadi mengalami tindakan kekerasan dengan cara disekap dan dipukuli oleh oknum yang diduga aparat penjaga keluarga Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu.

Atas kejadian itu, para wartawan menuntut agar kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi diusut tuntas tanpa memandang jabatan dan instansi manapun. Selanjutnya menuntut sikap profesionalisme Polri dalam proses penyelidikan dan oknum aparat yang terbukti bersalah haruslah diproses secara hukum sesuai ketentuan undang-undang negeri ini.

Kemudian, Zaki juga meminta semua jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya tetap harus menjunjung tinggi kode etik dan UU Pers dan menulis berita kritikan dengan berimbang serta memberi hak jawab bagi nara sumber terkait.

“Aksi ini adalah solidaritas untuk wartawan yang mengalami kekerasan dan ancaman dibunuh. Kita hanya punya tiga tuntutan saja, pertama kasus tersebut harus diusut tuntas, kedua polisi harus profesional dan berani menindak oknum polisi atau TNI yang terbukti bersalah. Terakhir pesan kita agar para wartawan tetap bertugas sesuai kode etik pers,” tegasnya.

Zaki berharap kasus itu segera dituntaskan dan bila tidak para jurnalis Kota Lhokseumawe dan Kab. Aceh Utara akan kembali menggelar aksi damai secara berkelanjutan. (b09)

Baca juga:

Tindak Penganiaya Jurnalis

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2