Waspada
Waspada » Jumlah Media Produksi Garam Di Grong-Grong Capa Tidak Sesuai
Aceh Headlines

Jumlah Media Produksi Garam Di Grong-Grong Capa Tidak Sesuai

Sejumlah plastik tunnel dan geomembran disimpan di gudang Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya, Rabu (10/6). Waspada/Ferizal Ghazali
Sejumlah plastik tunnel dan geomembran disimpan di gudang Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya, Rabu (10/6). Waspada/Ferizal Ghazali

PIDIE JAYA (Waspada): Jumlah media pruduksi garam (tunnel dan meja kristal) di Desa Grong-Grong Capa, Kec. Ulim, Kab. Pidie Jaya tidak sesuai antara dokumen berita acara serah terima dari Dinas Kelautan Dan Perikanan dengan kelompok penerima.

Berdasarkan dokumen berita acara serah terima yang ditandatangani mantan Kepala Dinas Perairan dan Perikanan (Kamaluddin), jumlah tunnel yang diserahkan sebanyak 20 unit, sedangkan di lapangan tunnel hanya dibangun 7 unit. Selanjutnya meja kristal dalam berita acara sebanyak 325 unit (163 roll plastik geomembrane), sementara di lapangan yang dibangun sebanyak 295 unit.

Kepala Desa Grong-Grong Capa, Sabarni kepada Waspada mengatakan, mereka menerima media produksi garam yaitu tunnel dan meja kristal tidak sesuai dengan berita acara yang ditandatangani.

“Yang kami terima tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam berita acara serah terima antara Dinas Kelautan Perikanan dengan kelompok, masih ada kekurangan tunnel dan meja kristal,” kata Sabarni.

Pihak dinas, lanjut dia, berjanji akan memasang sisa tunnel dan meja kristal yang belum dikerjakan tersebut, namun hingga sekarang belum memenuhi kekurangan jumlah media produksi garam tersebut.

Rekanan Sesuai Kontrak

Sedangkan penanggungjawab rekanan yang melaksanakan perkerjaan, Muhammad Ridha, ketika dikonfirmasi Waspada, Rabu (10/6) menjelaskan bahwa dia melakukan pekerjaan sesuai kontrak.

“Tidak ada kekurangan item, kita mengerjakan sesuai dengan kontrak. Namun ada 30 meja kristal tidak dipasang kerena tidak ada lahan sehingga dilakukan Contract Change Order (CCO),” kata Muhammad Ridha.

CCO dilakukan karena tidak mencukupi lahan untuk memasang meja kristal sehingga biaya pemasangan 30 meja kristal tersebut diCCO untuk membeli tujuh unit mesin, dan beberpa item lain.

Terkait jumlah tunel yang dalam berita acara serah terima sebanyak 20 unit dan di lapangan masih kekurangan 13 unit, pihak rekenan memang hanya mengerjakan 7 unit karena dalam kontrak mereka hanya diminta memasang 7 unit tunnel.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen, Yulizar kepada Waspada mengatakan bahwa benar ada CCO dan plastik geomembaran beserta tunel masih ada di gudang.

“Meja kristal yang tidak dipasang plastiknya ada digudang Dinas Kelautan perikanan, begitu juga dengan plastik untuk tunnel masih ada di gudang,” kata Yulizar.

Terkait tunnel tidak sesuai jumlah serah terima dengan di lokasi karena ada penambahan dari dana sisa kontrak. Dari dana tersebut hanya cukup untuk membeli material atau plastik.

“Ada penambahan tunnel, kita ada dana sisa kontrak hanya membeli plastik, sedangkan untuk biaya pemasangan belum ada,” jelas Yulizar.

Berdasarkan penulusuran Waspada ke lokasi Gudang DKP, ada plastik tunnel sebanyak 11 rol, dan 21 rol plastik geomembrane. Setiap rol plastik dibagi menjadi dua meja atau tunnel. (b23)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2