Jenazah IRT Mengapung Di Sungai Diduga Korban Pembunuhan
Suaminya Jadi Tersangka

  • Bagikan
LOKASI PEMBUANGAN: Polisi melihat aliran sungai ditemukan jenazah almarhum Asrawati di Desa Putoh Dua, Pante Bidari, Aceh Timur, Jumat (21/1). Waspada/Ist
LOKASI PEMBUANGAN: Polisi melihat aliran sungai ditemukan jenazah almarhum Asrawati di Desa Putoh Dua, Pante Bidari, Aceh Timur, Jumat (21/1). Waspada/Ist

IDI (Waspada): Jenazah ibu rumah tangga (IRT) yang ditemukan mengapung di sungai Gampong Putoh Dua, Pante Bidari, Aceh Timur, diduga korban pembunuhan. Pelakunya adalah suami korban sendiri yang kini telah ditetapkan menjadi tersangka.

“Hasil penyelidikan kita mengarah bahwa korban dibunuh oleh suaminya. Bahkan suami dari korban juga sudah ditangkap dan ditahan di Sel Tahanan Polres Aceh Timur,” kata Kapolres Aceh Timur Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK, MH, melalui Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, SIK, kepada Waspada, Senin (24/1).

Berdasarkan penyelidikan, Asrawati (korban) malam itu tidur bersama suaminya di kamar, Kamis (20/1) sekira pukul 21:30 Wib. Tiba-tiba sekira pukul 23:00 Wib, Asrawati bangun dan keluar rumah. Tak lama kemudian, suaminya terbangun dan melihat Asrawati tidak lagi berada disisinya, melainkan berada di halaman rumah dan sedang memegang handphone (HP).

“Lalu suaminya menyusul ke halaman rumah dan seketika terjadi cekcok dan adu mulut. Spontan suaminya memukul Asrawati dibagian kepala bagian belakang dan wajah hingga terjatuh. Setelah tersungkur tak berdaya, kemudian suaminya mengangkat tubuh Asrawati dan menyembunyikan dengan melempar ke sungai persis di belakang rumahnya,” jelas Dizha.

Keesokan harinya, petugas kepolisian mendapatkan informasi adanya IRT yang hilang dari rumah dan diperkirakan jatuh ke sungai. Lalu, untuk melakukan pencarian lalu petugas menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, untuk dilakukan pencarian. “Setelah dilakukan pencarian, akhirnya jenazah almarhumah Asrawati ditemukan di aliran sungai dengan posisi telungkup,” kata Kasat Reskrim.

Untuk dilakukan identifikasi, lalu jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Matang Pudeng, Pante Bidari, Aceh Timur, Jumat (21/1) sekira pukul 12:00 Wib. Namun untuk mengetahui penyebab kematian, lalu jenazah dibawa ke RSUD Langsa, guna dilakukan otopsi. “Hasil otopsi menerangkan bahwa Asrawati menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat pukulan di bagian belakang leher dan wajah bagian depan,” urai Dizha.

Polisi lalu melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk suami korban. Alhasil, penyidik menetapkan suami korban sebagai pelaku pembunuhan terhadap istrinya berdasarkan pengakuan dirinya. “Tersangka sudah ditahan dan saat ini masih berlangsung tahap penyelidikan dan penyidikan,” demikian Dizha.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jenazah Asrawati ditemukan dalam aliran sungai di Desa Putoh Dua, Pante Bidari, Aceh Timur, Jumat (21/1) sekira pukul 10:15. Awalnya diduga, Asrawati meninggal karena jatuh dan terpeleset ketika mandi, namun hasil penyelidikan dan otopsi menerangkan bahwa Asrawati meninggal akibat dibunuh suaminya. (b11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.