Waspada
Waspada » Jembatan Gantung Tiro-Sakti Rusak Parah Sejak Masa Konflik Aceh
Aceh Headlines

Jembatan Gantung Tiro-Sakti Rusak Parah Sejak Masa Konflik Aceh

Warga dengan menggunakan kendaraan sedang berusaha melewati jembatan gantung kondisinya rusak parah. Jembatan gantung ini menghubungkan Gampong Daya Baroh, Kecamatan Tiro/Truseb dengan Gampong Lhok Pana, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Warga memohon pemerintah Aceh dan pemerintah pusat di Jakarta dapat segera membangun jembatan yang telah rusak parah sejak zaman konflik Aceh, ini, Kamis (12/11). Waspada/Muhammad Riza
Warga dengan menggunakan kendaraan sedang berusaha melewati jembatan gantung kondisinya rusak parah. Jembatan gantung ini menghubungkan Gampong Daya Baroh, Kecamatan Tiro/Truseb dengan Gampong Lhok Pana, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Warga memohon pemerintah Aceh dan pemerintah pusat di Jakarta dapat segera membangun jembatan yang telah rusak parah sejak zaman konflik Aceh, ini, Kamis (12/11). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Jembatan gantung menghubungkan Gampong Daya Baroh, Kecamatan Tiro/Truseb dan Gampong Lhok Pana, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie dilaporkan telah lama mengalami kerusakan cukup parah sejak masa konflik Aceh.

Pantauan Waspada.id, Kamis (12/11), abutment jembatan terdapat di sebelah wilayah Gampong Daya Baroh , Kecamatan Tiro/Truseb kosong akibat terkikis air sungai. Begitupun tembok pengikat kawat sling jembatan gantung tersebut telah amblas akibat digerus derasnya air Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro.

Sedangkan lantai jembatan terbuat dari papan telah bayak patah akibat lapuk tersiram hujan dan dibakar matahari. Akibatnya sangat membahayakan bagi pengguna jembatan, terutama warga yang menggunakan jembatan itu dengan kendaraan sepeda motor membawa muatan.

Para pengguna jembatan gantung ini diharapkan berhati-hati saat melewati jembatan tersebut, sebagaimana dilaporkan Keuchik Gampong Daya Baroh, Muhammad Ghafar, S.Pd.

Kata dia, menyusul buruknya kondisi jembatan gantung tersebut, warga, imbuh Muhammad Ghafar, memohon kepada pemerintah agar dapat segera meronovasi jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Daya Baroh dengan Gampong Lhok Pana.

Pasalnya, sejak empat tahun terakhir jembatan gantung tersebut telah mengalami rusak parah, dan selama itu pula tidak tersentuh pembangunan. Akibat buruknya kondisi, ujar Muhammad Ghafar, aktivitas perekonomian warga menjadi terganggu, karena warga mayoritas warga dari dua kecamatan tersebut berprofesi sebagai petani sawah dan kebun sehingga sulit bagi mereka untuk menurunkan hasil panen maupun pergi beraktivitas di kebun maupun sawah.

Almanza, Camat Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie membenarkan jika kondisi jembatan menghubungkan Gampong Daya Baroh, Kecamatan Tiro/Truseb-Gampong Lhok Pana, Kecamatan Sakti sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk dilintasi warga. Jembatan ini sebut dia, sudah banyak memakan korban.

Banyak warga yang berjalan di jembatan ini terjatuh akibat terperosok papan lantai jembatan yang patah. Namun dengan kondisi jembatan saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki. “Kami setiap tahun ada memasukkan jembatan ini dalam Musrenbang. Namun sampai sekarang belum ada realisasi pembangunnya,” kata Almanza.

Lanjut Almanza, jembatan gantung ini adalah satu-satunya jalur penghubung beberapa gampong yang dapat dilintasi oleh warga. Warga berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan gantung ini dengan yangpermanen yang bisa dilintasi kendaraan ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

Apalagi ujar dia jembatan tersebut merupakan jalur utama perekonomian masyarakat. “Jika tidak ada pembangunan jembatan ini secara maksimal, maka akan menghambat perekonomian masyarakat, karena ada warga yang berkebun maupun petani sawah dan lainnya. Kemudian juga kasihan anak-anak di gampong setempat yang berangkat sekolah,” tandasnya. (b06)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2