Waspada
Waspada » Jelang Popda 2020, Aceh Utara Evaluasi Daya Tahan Dan Kekuatan 98 Atlet Terbaik
Aceh

Jelang Popda 2020, Aceh Utara Evaluasi Daya Tahan Dan Kekuatan 98 Atlet Terbaik

Kabid Olah Raga Abdullah.Waspada/Maimun Asnawi
Kabid Olah Raga Abdullah.Waspada/Maimun Asnawi

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Aceh Utara, Mawardi, melalui Kabid Olahraga Abdullah, Senin (30/12) siang di ruang kerjanya. “Alhamdulillah pembinaan sudah selesai kita lakukan selama 9 bulan. Dan sekarang pihak konsultan sedang menilai para atlet dari 8 cabang olahraga. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui apa-apa saja kekurangan dan kelemahan yang dimiliki oleh setiap atlet. Dengan begitu dapat kita perbaiki. Insya Allah lembaran evaluasi setiap atlet akan kita terima dalam minggu depan,” sebut Abdullah.

Tes daya tahan dan daya kekuatan dirasakan perlu untuk dilakukan karena ke 98 atlet dari 8 cabang olahraga itu telah melewati 9 bulan masa pembinaan. Secara kasat mata, sebut Abdullah, setelah mengikuti masa pembinaan, kemampuan atlet meningkat tajam. “Mereka berlatih cukup tekun. Saya sendiri yang sering turun ke lapangan terharu, karena mereka berlatih hanya diberikan uang saku dan uang transportasi tidak lebih dari itu. Namun semangat mereka cukup tinggi,” katanya.

98 Atlet yang dibina oleh konsultan olahraga dari LP3O Banda Aceh terdiri 8 cabang olah raga yaitu Atletik, Karate, Silat, Taekwondo, Bola Voli, Bulutangkis, Sepak Takraw, dan Tenis Meja. Untuk cabang Tenis Meja kegiatan pembinaan berlangsung di Kecamatan Meurah Mulia, Atletik di Lhoksukon, Bulutangkis Putri di GOR PT PIM dan Bulutangkis Putra di GOR Aceh Utara.

Sedangkan untuk Silat di Syamtalira Aron, Bola Voli di Kecamatan Lapang, Taekwondo di Kecamatan Tanah Luas, Takraw di Kecamatan Cot Girek, dan Karate di Kecamatan Baktiya. “Kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh LP3O di bawah pimpinan Dr Nyak Amir tidak dilakukan dengan penglihatan tetapi melalui mekanisme yang memiliki standar dan terukur. Program pembinaan dan evaluasi atlet ini kita lakukan lebih untuk mengembalikan Aceh Utara sebagai daerah terbaik dalam olahraga,” katanya.

Menjawab Waspada, Abdullah menyebutkan, tahun-tahun sebelumnya, Aceh Utara lebih mengutamakan pada pembangunan fisik sarana olahraga, namun untuk sekarang ini dibuat berbeda lebih kepada peningkatan sumber daya manusia (SDM) baik atlet maupun pelatih. Untuk membayar konsultan olahraga dari LP3O, Dinas Olah Raga dan Pariwisata Aceh Utara tidak memiliki anggaran khusus, hanya saja diberikan uang saku dan transportasi.

“Mungkin Dr Nyak Amir mau melakukan ini semua dikarena beliau adalah putra asli dari Aceh Utara. Karena itu kami semua sangat berterimakasih. Beliau sudah bersedia melakukan hal terbaik demi kemajuan pembangunan olahraga di daerah kelahirannya,” sebut Abdullah. (b18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2