Jasa Raharja Santuni Ahli Waris Korban Tabrakan Kereta Api Perintis Aceh Utara

- Aceh
  • Bagikan
Istri korban tabrakan kereta api perintis Aceh Utara menerima santunan. Waspada/Ist
Istri korban tabrakan kereta api perintis Aceh Utara menerima santunan. Waspada/Ist

DEWANTARA, Aceh Utara (Waspada): Quick Respon Jasa Raharja Lhokseumawe, mengunjungi ahli waris Ichsan Chairi, 32, korban tabrakan kereta api perintis. Korban meninggalkan istri yang sedang mengandung anak pertama.

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Lhokseumawe Sumariadi SE, Jumat (14/1) menjelaskan, pihaknya melakukan kunjungan ke rumah ahliwaris korban tabrakan kereta api pada Rabu lalu. “Berkunjung dan menyerahkan santunan korban atas nama Ichsan Chairi bin Muhammad, 32,” jelasnya.

Korban merupakan warga Dusun Ujung Pusong, Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Dari data yang dikumpulkan Jasa Raharja, Ichsan korban laka lantas antara Kereta Api Cut Meutia (KA 103), kontra Sepeda motor Honda Supra BL.6899 OB.

Kejadian di Km 7+00, perlintasan Desa Geulumpang Sulu Timur petak jalan Bungkaih Krueng Geukuh, Lintas kreung Mane. Korban mengalami luka berat dan sempat mendapat perawatan di RS PIM. Namun akhirnya meninggal duni.

Meninggal Istri Sedang Mengandung

Korban meninggalkan seorang ister bernama Nuraini. Istri korban saat ini sedang mengandung anak pertama. Menurut perkiraan pihak keluarga saat dilakukan penyerahan santunan, istri korban diperkirakan akan melahirkan bulan ini.

Penyerahan santunan kepada ahli waris dilakukan langsung Kepala Jasa Raharja Perwakilan Lhokseumawe Sumariadi. Selain itu ikut didampingi Kasatlantas Polres Lhokseumawe AKP Vifa Fibriana Sari, MH dan perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI) .

Santunan dilakukan melalui transfer bank ke rekening ahli waris sebesar Rp50 juta. Dalam kesempatan itu, pihak Jasa Raharja didampingi Kasatlantas dan PT. KAI menghimbau warga agar berhati-hati ketika melintasi jalur kereta api. “Imbauan buat pengendara, agar selalu berhati-hati pada saat melintasi pelintasan kereta api jalur Kreung Geukuh – Bungkaih,” jelasnya. Menurut dia, keselamatan harus diutamakan. (b08)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *