Jalur Akses Sentral Perkebunan Aceh Utara Rusak Parah

Jalur Akses Sentral Perkebunan Aceh Utara Rusak Parah

- Aceh
  • Bagikan
Warga sedang melintasi jalan masuk ke Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, Senin (20/9). Sejumlah ruas jalan ke sentral pekebunan Geureudong Pase sulit dilintasi.Waspada/Zainal Abidin
Warga sedang melintasi jalan masuk ke Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, Senin (20/9). Sejumlah ruas jalan ke sentral pekebunan Geureudong Pase sulit dilintasi.Waspada/Zainal Abidin

GEUREUDONG PASE, Aceh Utara (Waspada): Kecamatan Geureudong Pase merupakan sentral perkebunan Aceh Utara. Kondisi jalur masuk ke kawasan pedalaman tersebut memprihatinkan.

Jalan Keude Puenteut-Mbang, merupakan jalur masuk ke Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara. Puluhan kilometer jalan tersebut kondisinya rusah parah. Menurut warga selain jalan tersebut, tiga ruas jalan masuk ke pemukiman warga di pedalaman, kondisinya juga sulit dilintasi.

                                             

Tokoh warga Geurudong Pase Zulkifli Rasyid kepada Waspada.id, Senin (20/9) mengungkapkan, jalan masuk ke kawasan pemukiman warga Geudrong Pase sampai sekarang tidak mudah dilintasi. Menurutnya, jalan yang perlu pengaspalan masing-masing, Jalan SP-1 sekitar 4 Km, Jalan Uram Jalan 3 Km dan Jalan Pulo Meuria sekitar 3 Km. “Sampai sekarang jalan ini tidak pernah diaspal,” jelas Zulkifli.

Kawasan itu, merupakan sentral produksi kelapa sawit dan karet. Masyarakat memanfaatkan jalan tersebut sebagai jalur angkutan hasil perkebunan. Selain itu, juga jalur angkutan kebutuhan sehari-hari. “Bisa dibayangkan, bagaimana sulitnya mengangkut barang melalui jalan yang berlubang dan dipenuhi bebatuan,” sebut Zulfikar, mantan kombatan GAM yang lebih dikenal dengan nama sandi Ulat Lam Batei.

Kawasan SP-1 merupakan lokasi transmigrasi warga dari Pulau Jawa. Mereka ditempatkan di sana, untuk mengembangkan perkebunan. “Sekarang kebun warga trans (transmigrasi-red), sudah banyak menghasilkan, namun jalan masuk ke SP-1 belum juga dibangun,” tegas dia kembali.

Jalan SP-1, Jalan Uram Jalan dan Jalan Pulo Meuria juga jalur lintas siswa. Setiap pagi mereka melalui jalan tersebut menuju ke sekolah di pusat kecamatan. Ketika musim hujan, para siswa harus mengarungi lumpur. Sementara saat musim kemarau jalan berdebu.

Sementara Camat Geureudong Pase Rahmadi, SE menjelaskan, seluruh ruas jalan tersebut telah masuk dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kecamatan. Namun sampai sekarang pihaknya belum mengetahui realisasi pembangunan jalan tersebut. Sementara Jalan Keude Peunteut – Mbang yang merupakan jalan induk kecamatan, akan direalisasi pada tahun anggaran 2022.(b08)


  • Bagikan