Jalan Ruas Provinsi di Agara Terancam Putus Total

- Aceh
  • Bagikan

KUTACANE (Waspada): Akibat minim dan tak adanya perhatian pemerintahan Provinsi Aceh, jalan ruas Provinsi yang menghubungkan Aceh Tenggara-Kota Subulussalam, terancam putus menyusul bakal ambruknya jembatan penghubung di kecamatan Leuser.

Amri, salah seorang warga Kecamatan Leuser kepada Waspada mengaku sedih dan prihatin melihat kondisi di wilayah paling selatan Aceh Tenggara tersebut, akibat tak adanya perhatian dari PUPR Aceh dan Pemerintahan Aceh.

Pasalnya, selain berlumpur, bergelombang dan berlubang, terutama ketika memasuki musim penghujan, beberapa jembatan dari kayu yang dibangun pada ruas jalan provinsi, tinggal menunggu putus karena kian mengecil dikikis aliran anak sungai.

Akibatnya, hubungan kute (desa) yang berada di ruas jalan provinsi seperti Bintang Alga Musara (Kampung Gayo), Bukit Meriah, Tanjung Sari, Kane Mende dan Bukit Bintang Indah dengan puluhan kute lainnya berada di ruas jalan kabupaten terputus total, hingga mengancam kute di bagian selatan seperti Naga Timbul, Bun-bun Alas, Bun-bun Indah, Ukhat Peseluk, Sade Ate, terisolir dan terkurung dari dunia luar.

Camat Leuser Mustafa Kamal kepada Waspada didampingi anggota DPR-RI Dapil Aceh Satu, M. Salim Fakhri, Selasa (8/12) membenarkan, jika saat ini jembatan di Kute Bukit Bintang Indah Kecamatan Leuser yang berada di ruas jalan provinsi, kondisinya sangat memprihatinkan.

Sebagian jembatan di ruas jalan provinsi tersebut semakin mengecil akibat amblas dan dikikis aliran air dari anak sungai yang turun dari kawasan pegunungan, sehingga jembatan yang terbuat dari kayu hanya bisa dilewati mobil barang dan mobil pribadi berbadan kecil saja.

“Yang bisa lewat di ruas jalan Provinsi Muara Situlen-Gelombang, hanya mobil jeep dan mobil eltor berbadan kecil, sedangkan mobil berbadan dan bertonase sedang seperti colt diesel, dump truk dan truk lainnya dipastikan tak bisa melewati jembatan kayu di Kute Bukit Bintang Indah,” ujar Camat Lesuer Mustafa.

Masalahnya, jika dipaksakan, dipastikan akan membuat mobar dan mobil pribadi yang nekat melintas, akan terperosok masuk lubang yang dalam di pinggir dan di berem jalan, karena di bawah badan jalan telah muncul ruang kosong yang siap menelan korban.

Untuk saat ini, mobil barang (mobar) berukuran sedang dan berukuran besar, hanya bisa sampai Kute Bukit Bintang Indah (Gajah Mati) saja, sedangkan untuk menuju Kute Permata Musara yang masih berada di jalur ruas jalan provinsi, tak bisa lewat karena badan jalan di jembatan Gajah Mati, paling luas hanya 2,5 meter sampai 3 meter saja.

Untuk itu, agar masyarakat di sebagian besar kute yang ada di Kecamatan Leuser jangan terkurung, terisolir dan terputus dari dunia luar, Pemprov Aceh melalui Dinas PUPR Aceh, diminta segera turun tangan ke lokasi melakukan perbaikan agar jembatan utama tersebut jangan sampai putus, karena jika dibiarkan tanpa penanganan, tiga hari saja hujan turun di Kecamatan Leuser, jembatan di Gajah Mati itu dipastikan akan putus total.

Medi Arjuna, salah seorang Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Jalan Provinsi di Dinas PUPR Aceh kepada Waspada, Selasa (8/12) terkait nyaris putus totalnya jembatan ruas jalan Provinsi Muara Situlen-Gelombang di Kute Bukit Bintang Indah (Gajah Mati) Kecamatan Leuser, belum bisa memberikan tanggapannya.

”Saya lagi rapat, nanti setelah selesai rapat di dinas, akan saya hubungi kembali,” ujar Medi Arjuna, via telepon selularnya.(b16)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *