Waspada
Waspada » Jalan Penghubung Di Abdya Rusak Parah
Aceh Headlines

Jalan Penghubung Di Abdya Rusak Parah

Sepedamotor milik salah seorang warga yang melintas di jalan rusak, terpaksa harus ditinggalkan pemiliknya, karena rusak akibat terjatuh di jalan bebatuan kawasan Desa Ladang Panah, Kecamatan Manggeng, Abdya. Rabu (24/6). Waspada/Syafrizal
Sepedamotor milik salah seorang warga yang melintas di jalan rusak, terpaksa harus ditinggalkan pemiliknya, karena rusak akibat terjatuh di jalan bebatuan kawasan Desa Ladang Panah, Kecamatan Manggeng, Abdya. Rabu (24/6). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Sekitar kurang lebih 1 kilometer jalan penghubung antara Desa Lhok Puntoy ke Desa Ladang Panah, hingga tembus ke Desa Pusu Ingin Jaya, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), sudah sangat memprihatin.

Jalan yang pernah diaspal goring pada tahun 2009 silam, saat ini sudah rusak parah dan sulit dilalui kendaraan bermotor.

Amatan Waspada di lokasi Rabu (24/6), tidak ditemukan lagi sisa aspal di jalan yang saban harinya dilintasi ratusan penduduk setempat.

Jalan yang rata-rata tanjakan itu, saat ini diwarnai bebatuan besar, juga sejumlah lubang yang sangat membahayakan pengendara.

Informasi didapat Waspada dari sejumlah penduduk setempat diketahui, jalan yang dilalui penduduk dalam beraktivitas sehari-hari, baik ke kebun, ke sawah maupun kegiatan lainnya itu kondisinya sudah sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

Belasan Tahun Rusak

Belasan tahun lamanya jalan itu rusak, tidak sedikit kendaraan yang jatuh dan terpental ke dalam saluran pinggir jalan, akibat menghindari lubang terbuka diatas badan jalan, setelah melanggar bebatuan yang berserakan di badan jalan.

Disamping itu, menurut pengakuan Ubai, salah seorang warga setempat, dirinya mengaku agak takut, bahkan tidak berani saat melintasi jalan dari arah Desa Pusu Ingin Jaya, menuju Desa Ladang Panah, saat waktu malam.

Hal itu dikarenakan, dipinggir jalan sudah banyak ditumbuhi tanaman liar, yang dijadikan tempat bersemayam binatang buas.

“Banyak sekali warga dihadang ular-ular berbisa. Bahkan, beberapa hari lalu, warga dikejutkan dengan 3 ekor babi hutan yang bermain di jalan ini,” ungkapnya.

Ubai juga mengatakan, selain menjadi akses ratusan warga, yang tinggal di Desa Ladang Panah dan Pusu Ingin Jaya, serta Lhok Puntoy, jalan ini juga merupakan akses warga menuju ke areal perkebunan yang sudah turun temurun sejak dulu.

Warga Berharap Segera Diaspal

“Kita berharap jalan itu segera diaspal kembali. Mengingat banyaknya warga yang menjadikannya sebagai jalur alternatif, untuk menuju ke desa lainnya dan pusat Kecamatan,” harapnya.

Dedi, salah seorang warga Desa Lhok Puntoy juga mengutarakan hal senada. Menurutnya, warga setempat dilanda was-was saat melintasi jalan penuh bebatuan kecil tersebut.

Katanya, kalau mau melintasi jalan itu, warga harus memastikan dulu kondisi kenderaan mereka, agar tidak rusak saat berada di lokasi jalan mencekam dimaksud.

“Kita mesti berhati-hati melalui jalur tersebut karena cukup berbahaya. Banyak warga yang jatuh ketika menanjak, karena jalan sudah berlubang dan bertabur batu, akibat digerus air pada saat musim hujan,” katanya.(b21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2