Waspada
Waspada » Jadilah Mukmin Yang Baik
Aceh

Jadilah Mukmin Yang Baik

Murabbi Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf – Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi. Jadilah Mukmin yang baik. Waspada/Ist
Murabbi Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf – Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi. Jadilah Mukmin yang baik. Waspada/Ist

ACEH SELATAN (Waspada): Murabbi Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf – Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi mengingatkan umat Islam untuk menjadi muslim yang baik. Hal ini disampaikannya, Kamis (5/11).

Menurutnya, mukmin itu terbagi dua, ada yang baik dan ada yang buruk. Mukmin yang baik, di samping dia berakidah ahlusunnah/beriman, dia juga melakukan hukum syara’/menjunjung tinggi perintah dan menjauhi larangan dan juga dia dapat mengamalkan kedua ini dengan jalan ihsan/tashauf atau kesufhian. Bilamana tidak, maka dia adalah mukmin yang buruk.

Dilanjutkanya, jika kita hanya sekadar mempertahankan aqidah, sekalipun aqidah ahlusunnah waljamaah akan tetapi tidak dapat melakukan patuh kepada hukum syara’ dan tidak melakukan dengan jalan tashauf/ihsan, maka yang demikian itu menjadi mukmin yang buruk. Karena tashauf adalah untuk memperbaiki nafsu dan untuk dapat bergaul dengan akhlak yang mulia, baik dengan Allah dan hamba-hamba-NYA, serta untuk dapat berma’rifat dengan tauhid dzati yang lepas dari kesyirikan dan kemunafikan.

“Orang yang beraqidah ahlusunnah waljamaah, tapi dia tidak dapat membarengi dengan akhlak yang mulia, terdapat kedengkian dan kesombongan, maka ibadahnya tidak diterima Allah SWT. Hal itu sesuai hadist riwayat Muslim bahwa tidak masuk surga oleh orang yang ada di dalam hatinya seberat dzarrah dari kesombongan. Demikian pula tertuang dalam Alquran Surah Luqman ayat 13 yang artinya, Hai anakku, janganlah kamu menserikatkan dengan Allah, sesunguhnya syirik itu sungguh kezaliman yang besar,” jelasnya sembari menyebutkan bahwa MPT-I tidak memutarbalikkan aqidah ahlussunnah waljamaah sebab ajarannya fokusnya mengenai ihsan.

“Wahai muslimin dan muslimat ketahuilah bahwa kami di MPT-I tidak memutarbalikkan aqidah ahlusunnah waljamaah sebab ajaran kami fokus mengenai ihsan,” paparnya.

Maka, sambung dia, untuk memperbaiki akhlak, bukan melakukan anarkis, tetapi dengan meningkatkan keimanan dan berma’rifat.

“Ketahuilah bahwa rukun agama sebagaimana dalam hadist Umar Bin Khattab ada tiga perkara. Pertama, Islam untuk mengetahui hukum syara’. Kedua, iman/aqidah untuk meyakini keberadaan Allah SWT dan sifatnya dan Rasul beserta sifatnya. Ketiga, ikhsan agar dapat melakukan aqidah ahlusunnah dan hukum syara’ dengan berakhlak yang mulia dan dengan berma’rifat ketauhitan yang lepas daripada kesyirikan dan kemunafiqan, beraqidah ahlusunnah waljamaah,dan mengamalkan hukum syara’ tidak dari diri kita itu hanya pemberian Allah SWT semata.

“Maka, hendaknya jangan ada yang menyebutkan bahwa tashawuf dan kesufhian memutarbalikkan aqidah. Sebab tuduhan ini cerminan dangkalnya ilmu yang dimiliki. Terutama di Aceh sebagai Serambi Mekah, terlebih di Aceh telah melaksanakan hukum Islam semacam penetapan Undang-Undang Qanun. Di mana landasan ini secara otomatis telah memelihara aqidah yang harus diimbangi dengan sifat ihsan sebagai rukun agama,” ungkapnya.(m22/A)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2