Waspada
Waspada » Insiden Putus Tangan Oknum Medis RSUTP Abdya Masih Misteri
Aceh Headlines

Insiden Putus Tangan Oknum Medis RSUTP Abdya Masih Misteri

TKP musibah yang menimpa Anna Mutia, tenaga medis RSUTP Abdya, hingga putus tangan sebatas lengan, di jalan lurus dari Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, menuju Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Foto direkam Rabu (30/12). Insiden Putus Tangan Oknum Medis RSUTP Abdya Masih Misteri. Waspada/Syafrizal
TKP musibah yang menimpa Anna Mutia, tenaga medis RSUTP Abdya, hingga putus tangan sebatas lengan, di jalan lurus dari Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, menuju Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Foto direkam Rabu (30/12). Insiden Putus Tangan Oknum Medis RSUTP Abdya Masih Misteri. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Sejauh ini, penyebab insiden putusnya tangan hingga melewati siku, salah seorang oknum tenaga medis Rumah Sakit Umum Teungku Peukhan (RSUTP), Aceh Barat Daya (Abdya), atas nama Anna Mutia, 28, warga Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, hingga saat ini masih menjadi misteri, baik bagi kalangan masyarakat ‘Nanggroe Breuh Sigupai’, maupn pihak penegak hukum setempat.

Sebagaimana diketahui, Anna Mutia, salah seorang tenaga medis yang bertugas di RSUTP Abdya, Senin pagi (28/12) lalu, sekitar pukul 09.00 WIB, ditemukan tergeletak di atas badan jalan lintas milik Kabupaten, kawasan Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, menuju Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee.

Saat ditemukan, Anna yang diketahui baru keluar dinas piket malam di RSUTP Abdya, pulang ke kediamannya di Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, dengan mengendarai sepeda motor miliknya, melintasi jalan lintas dimaksud, tergeletak di atas badan jalan, dengan kondisi pingsan bersimbah darah, akibat tangan sebelah kanan putus total, melewati siku, mendekati pundak.

Belum diketahui secara pasti, motif dan kronologis kejadian yang menimpa ibu satu anak ini. Setelah ditemukan warga, dibantu pihak berwajib, korban langsung dilarikan ke RSUTP Abdya, guna mendapat pertolongan medis. Setelah ditangani secara medis di RSUTP Abdya, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, guna mendapatkan penanganan yang lebih memadai.

Informasi terakhir diterima Waspada.id, Rabu (30/12) diketahui, perkembangan kondisi korban saat ini kian membaik. Tangan yang putus tersebut, sudah berhasil disambung kembali oleh tim medis RSUZA Banda Aceh pada Selasa (29/12) lalu, namun belum diketahui hasil akhir dari perkembangan perawatan medis, apakah tangan itu masih bisa berfungsi normal ataupun tidak.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, melalui Kasat Reskrim Erjan Dasmi mengatakan, dugaan sementara insiden yang nyaris merenggut nyawa korban itu, akibat kecelakaan lalu lintas. Namun pihaknya menekankan, itu baru sebatas dugaan, setelah sebelumnya dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Meski kami menduga masih sebatas Lakalantas, tapi kami akan terus mendalami dan melakukan penyelidikan,” katanya singkat.

Sementara itu, Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB, sempat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan, kalau putusnya tangan kanan salah satu perawat di rumah sakit yang dinahkodai itu, karena sayatan benda keras dan tajam. Menurutnya, sisi luka pada potongan tangan terlihat rapi. “Kalau terkena benda tumpul, pasti tulangnya akan retak dan patahannya remuk. Tapi ini tidak, sisi luka terlihat rapi seperti kena benda keras dan tajam,” ungkapnya.

Bahkan katanya, jika ada yang berasumsi dilindas hewan ternak seperti kerbau atau sapi, tidak menunjukkan tanda-tanda seperti itu pada lukanya. Lalu, pada tangan korban juga tidak terlihat bekas luka gigitan binatang buas. “Kalau kita lihat, benar terkena benda tajam,” sebutnya.

Penelusuran Waspada.id ke sekitar TKP Rabu (30/12) diketahui, insiden yang menimpa salah seorang tenaga medis RSUTP Abdya ini, menggegerkan kalangan masyarakat daerah itu, hingga menyisakan pertanyaan sebab-sebab yang belum terungkap. Soalnya, saksi kunci satu-satunya, adalah korban sendiri yang tau bagaimana kejadian sesungguhnya. Meski ia sempat pulang beriringan dengan rekannya, tapi posisi rekannya itu, sudah jauh puluhan meter ke depan dan baru mengetahui kejadian setelah korban berteriak.

Demikian juga, sejumlah warga setempat yang sedang menggarap lahan tidak jauh dari TKP, juga sempat mendengar suara keras layaknya kecelakaan lalu, terdengar minta tolong. “Mendengar ada yang berteriak minta tolong, saya dan pekebun lainnya langsung ke lokasi, untuk memastikan kondisi korban,” kata Bustami, 60, warga setempat yang ditemui saat sedang menggarap lahan tak jauh dari TKP.

Didampingi rekannya Cut Abu, Bustami menjelaskan, pihaknya tidak melihat secara rinci kejadian itu pada awalnya. Pastinya ia baru mengetahui, setelah terdengar suara keras seperti tabrakan kendaraan dan permintaan tolong. “Kebetulan TKP tidak jauh dari tempat saya menggarap lahan kacang, jadi suaranya jelas terdengar. Tapi, bagaimana kejadian pada awalnya saya tidak tau. Saat kami datang, sudah jatuh dari motor dan kami turut menolong,” kata Bustami.

Bustami juga mengakui, beberapa rekannya yang menggarap lahan di lokasi sekitar itu, sudah dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi. “Ketika dimintai keterangan sebagai saksi, kami jelaskan apa adanya seperti yang kami ceritakan kepada saudara tadi,” pungkasnya.

Amatan Waspada.id di TKP, kejadian, jalan lurus menuju Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee itu, berada di jalur lurus tanpa hambatan. Meski sepi dari rumah penduduk, namun jalan itu terang karena merupakan kebun masyarakat. Hanya sisi pinggir jalan antara pagar dan kebun saja, yang semak setinggi kurang lebih satu meter.

Di TKP, masih terlihat bekas darah korban, yang saat ditemukan dan ditolong warga, dalam kondisi tergeletak dengan tangan kanan putus total, terlempar ke sisi kiri jalan arah Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, menuju Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee.

Pada sisi kiri jalan, tepatnya posisi korban tergeletak saat ditemukan, terdapat kebun sawit warga dan kebun jagung yang sudah dipanen. Sementara sisi kanan jalan, terdapat tanah kosong yang sedang digarap warga, untuk bercocok tanam, dengan kondisi pagarnya agak tertutup rapat.(b21)

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2