Inovasi Maut Meraup Rupiah Di Balik Ancaman Sengatan Lebah - Waspada

Inovasi Maut Meraup Rupiah Di Balik Ancaman Sengatan Lebah

- Aceh
  • Bagikan

Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal hidupnya berkelompok. Meskipun sebenarnya, tidak semua lebah bersifat demikian.

Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apoidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Sebagai serangga, lebah mempunyai pasangan kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon). Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.

Berbicara tentang lebah, kita pasti membayangkan tentang binatang kecil yang menakutkan dan mematikan. Binatang itu wajib kita hindari, agar terhindar dari bahaya.

Namun, tidak demikian halnya bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bineh Rimba, di kawasan pegunungan Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya). KSM ini mencoba berinovasi dan menantang maut, dengan beternak lebah madu. Dengan tujuan utama, kemakmuran anggota, serta menekan angka pengangguran di ‘Nanggroe Breuh Sigupai’.

Inovasi menantang maut, yang bagi rata-rata orang memilih menghindar itu, dilakukan KSM Bineh Rimba, bukan tanpa dasar dan perhitungan matang. Akan tetapi, semua resiko dan manfaat yang akan didapat, sudah diperhitungkan oleh para pegiat KSM, yang rata-rata alumni tehnik dan pertanian itu.

Bahkan, guna menyukseskan inovasi maut tersebut, KSM Bineh Rimba dilatih dan dibina langsung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh, menyangkut tehnik beternak lebah, serta merakit kandang, selama 3 hari ke depan. Dimana, pembinaan dan pelatihan dimaksud, berlangsung sejak Sabtu (25/9) lalu, hingga Senin (27/9) mendatang.

Dalam pelatihan tersebut, DPMG Provinsi Aceh, juga memberikan bantuan peralatan dan perlengkapan budidaya lebah madu, untuk KSM Bineh Rimba, yang berkolaborasi dengan Kelompok Dua Madu Sejati, asal Kecamatan Babah Rot, demi suksesnya pelatihan ternak lebah madu tersebut. “Untuk KSM Bineh Rimba, kita rakit kandang sebanyak 100 unit dulu. Nanti kalau sudah berhasil, kita tambah lagi,” ungkap TM Daod Yuska, Pembina KSM Bineh Rimba.

Didampingi Ir TA Darmi dan Zedi Saputra ST, Pembina KSM Bineh Rimba lainnya, TM Daod Yuska menambahkan, dalam usaha yang dirintis dengan tujuan utama menekan angka pengangguran di tingkat milenial dalam wilayah Manggeng Raya khususnya, umumnya wilayah Abdya itu, pihaknya sengaja mendatangkan mentor dari Kabupaten Biner Meuriah, yakni Ismuhadi dan Muhajir, yang memang sudah sangat mahir dan sukses, menjalankan bisnis lebah madu tersebut. “Kami juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada DPMG Aceh, yang bersedia melatih dan memberikan bantuan perlengkapan, untuk beternak madu lebah yang kita rintis,” katanya.

Menurut aktivis lingkungan hidup dari Garda Madina Institute ini, budidaya lebah madu erat kaitannya denga Program Kampung Iklim (Proklim), di kawasan pegunungan Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Abdya. Dimana, beberapa waktu lalu, KSM Bineh Rimbapernah mendapatkan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup RI. “Kita dilatih bagaimana cara bersahabat dengan lebah. Selama ini, kita berasumsi lebah itu penyengat dan menakutkan. Namun kali ini, kita diajak bersahabat dan mampu berbaur dengan serangga bersayap tersebut. Intinya, dimana ada madu disitu ada lebah,” sebut TM Daod Yuska.

Dijelaskan, kriteria mengenai teknis usaha lebah madu ini, kandang berdiameter 35×53 cm, harus berada di ketinggian 200 kaki dari permukaan laut. Tidak terkena cahaya matahari langsung, berada di bawah pohon rindang agar teduh.

Selanjutnya, untuk memasuki kandang, lebah dipancing menggunakan glodok yang terbuat dari pohon kelapa. Potongan pohon kelapa yang sudah dilubangi itu, harus dijemur dan di asapi dalam waktu dua hari, hingga nantinya akan tercium seperti bau pesing. “Dengan glodok inilah kita pancing lebah. Setelah lebah masuk kandang, kemudian kita pindahkan ke kandang rumahan, yang sudah kita persiapkan,” urai TM Daod Yuska.

Ditambahkan, program ini merupakan program jangka panjang dan berkelanjutan, sebagai bentuk upaya menuju ke arah Proklim. Bahkan, pihaknya juga mengaku, diamanahkan oleh DPMG Aceh, agar tidak menyalahgunakan peralatan yang sudah dihibahkan, seperti mesin sinsaw dan sejumlah peralatan lainnya. “Semoga saja, budidaya lebah madu ini akan berhasil dan bisa memberikan manfaat untuk kita semua, khususnya KSM Bineh Rimba. Apalagi khasiat madu lebah sudah tidak perlu diragukan lagi, bahkan dalam kitab Suci Alquran saja, juga banyak membahas masalah lebah,” pungkas TM Daod Yuska.

Syafrizal

Waspada/Syafrizal

Para pengurus KSM Bineh Rimba, menyiapkan kandang rumahan untuk lebah madu. Bertempat di Sekretariat KSM Bineh Rimba, kawasan pegunungan Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Abdya. Foto direkam Sabtu (25/9) lalu.

  • Bagikan