Infrastruktur SDA Aceh Utara Rusak Akibat Dikepung Banjir

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSUKON (Waspada): Sejak awal November 2021, sejumlah kecamatan di Aceh Utara dikepung banjir. Kerusakan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), terjadi akibat banjir yang rutin terjadi setiap akhir tahun.

Menurut Tim Teknis Dinas PUPR Aceh Utara, Kamis (18/11) banjir luapan Krueng (sungai) Jamuan dan Krueng Nisam, telah mengakibatkan banjir di Bandar Baro, Nisam, Sawang dan Kuta Makmur. Akibatnya, sejumlah infrastruktur SDA rusak. Untuk memperbaikinya ditaksirkan menghabiskan anggaran sampai Rp3.150.000.000.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar, MT melalui Kabid SDA Jafar, ST menjelaskan, sejumlah bangunan mengalami rusak parah dan sedang. Diantaranya, embung Teupin Keube di Desa Jamuan, Kecamatan Bandat Baro mengalami rusak parah akibat longsor. Kerusakan juga terjadi pada tanggul Sungai Ule Nye – Paya Dua, Kecamatan Bandar Baro. Sekitar 100 meter tanggul Sungai jebol, sehingga perlu direhab kembali.

Sementara itu, longsor yang terjadi di Alue Keurenyai, Bandar Baro mengakibatkan 20 meter tebing sungai rusak. Longsor juga merusaka bendung Ule Nye di kecamatan yang sama. Kerusakan di Kecamatan Sawang, 14 meter bedung Teupin Resep-I patah. Sementara 10 meter bendung di Teupin Reusep II juga mengalami patah.

Longsor di Kecamatan Nisam, 100 meter tebing sungai rusak sedang. Sementara 60 meter saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Kersek di Kecamatan Kuta Makmur juga rusak sedang. Untuk merehab infrastruktur tersebut akan menguras biaya yang tidak sedikit. “Taksiran biaya Rp3.150.000.000,” sebut Kabid SDA Jafar.

Banjir Matang Kuli

Tim teknis SDA Dinas PUPR Aceh Utara juga sedang melakukan investigasi kerusakan akibat banjir di Matang Kuli dan sekitarnya. Menurut Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Aceh Utara, banjir pada Selasa (16/11), empat kecamatan terendam.

“Akibat hujan menguyur Aceh Utara dengan intensitas tinggi mulai sore hingga malam hari Selasa mulai pukul 15.30 Wib tanggal 16 Nopember 2021 telah terjadi banjir di tiga kecamatan, Pirak Timu, Matang kuli, Tanah luas, danPaya Bakong,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Utara, Murzani, S.Sos, MT.

Banjir tersebut disebabkan, karena daya tampung air penuh di Krueng Pirak dan Kereuto. Air meluap dan memasuki pemukiman penduduk. Ketinggian air berkisar antara 30 cm sampai 150 cm.(b08)

Keterangan Foto : Embung Teupin Keube di Desa Jamuan, Kecamatan Bandat Baro mengalami rusak parah akibat longsor. Waspada/Zainal Abidin

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *