Waspada
Waspada » Hasil Uji Laboratorium Sucofindo Bantah Dugaan Pencemaran Sungai Lingkar Tambang
Aceh

Hasil Uji Laboratorium Sucofindo Bantah Dugaan Pencemaran Sungai Lingkar Tambang

Kepala DLHK Aceh Timur, Teuku Muhammad Yunus (kiri) bersama Kabid Amdal Teuku Andri (kanan) memaparkan hasil uji laboratorium terkait analisis sampel air dari sungai Desa Teupin Raya, Julok, di Kantor DLHK Aceh Timur di Idi, Senin (30/11). Waspada./M. Ishak

IDI (Waspada): Berdasarkan hasil uji analisis Laboratorium Sucopindo Medan, menafikan dugaan pencemaran air sungai di sejumlah desa lingkar tambang di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Kendati demikian, air sungai tersebut tetap dalam kategori tidak layak dikonsumsi, kecuali hanya sebatas mandi dan mencuci.

“Dari hasil pengujian diperoleh hasil analisis kualitas air sungai Teupin Raya dan kualitas air outlet CPP Blok A memenuhi baku mutu lingkungan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Teuku Muhammad Yunus, SP, melalui Kabid Amdal, Teuku Andri, S.IP, kepada Waspada, Senin (30/11) di kantornya.

Ditambahkan, baku mutu tersebut dinilai telah sejalan sebagaimana diamanatkan dalam PP Nomor 82 Tahun 2001 Kelas II tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

“Hasil uji analisis ini sehubungan kita bersama pihak perusahaan Medco, melakukan pengambilan sampel air sungai Desa Teupin Raya, Julok, Kamis (5/11) lalu,” tambah Andri.

Sebagaimana tertuang dalam laporan analisis, bahwa sampel atau contoh air diterima pihak Sucofindo, Rabu (11/11). Sementara pengujian dilakukan sejak 11-18 November, menggunakan analisis/uji fisika, kimia, dan mikrobiologi.

“Hasil uji analisis air sungai di Desa Teupin Raya, pada dasarnya sama seperti baku mutunya yang tertuang dalam dalam analisis dokumen amdal PT. Medco E&P Malaka,” kata Andri.

Nah, lanjut dia, uji analisi tersebut masuk di kelas dua yang notabenya sama-sama tidak layak dikonsumsi, tapi layak dijadikan untuk mandi, dan mencuci setelah disaring agar kualitas air lebih baik.

“Ini data berdasarkan surat dari PT Medco E&P Malaka, ditujukan ke kami tertanggal 26 November, ditandatangani Susanto selaku general manager,” tutup Teuku Muhammad Yunus, Kepala DLHK Aceh Timur. (b11).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2