Waspada
Waspada » Hari Pertama Masuk Sekolah, Hanya 30 Menit Belajar Tatap Muka
Aceh Pendidikan

Hari Pertama Masuk Sekolah, Hanya 30 Menit Belajar Tatap Muka

Didampingi Kadisdikbud Bupati Dulmusrid saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di MAN Singkil, Senin (13/7). Hari pertama masuk sekolah, hanya 30 menit belajar tatap Muka. Waspada/Ist
Didampingi Kadisdikbud Bupati Dulmusrid saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di MAN Singkil, Senin (13/7). Hari pertama masuk sekolah, hanya 30 menit belajar tatap Muka. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Hari pertama masuk sekolah di Aceh Singkil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberlakukan hanya 30 menit belajar tatap muka di sekolah, untuk seluruh mata pelajaran setingkat SMA dan SMP sederajat.

Sebelumnya, belajar tatap muka sempat diliburkan sejak 17 Maret 2020 di Aceh Singkil, lantaran ancaman Virus COVID-19 dan menghambat seluruh aktivitas diseluruh daerah secara Internasional.

“Hari pertama masuk sekolah tingkat SMP dan SMA, hanya diberikan melaksanakan 30 menit belajar tatap muka, seluruh mata pelajaran setiap harinya,” kata Kepala Disdikbud Khalilullah saat dikonfirmasi Waspada, Senin (13/7), usia melakukan kunjungan kesejumlah sekolah di Kecamatan Singkil, Gunung Meriah dan Simpang Kanan.

Sesuai SOP surat keputusan bersama 4 Menteri, yang menyebutkan di kawasan zona hijau dibolehkan untuk melakukan jam belajar tatap muka untuk sekolah jenjang SLTP dan SLTA.

Disebutkannya, pihaknya langsung meninjau beberapa sekolah bersama Bupati Dulmusrid, untuk memastikan kesiapan sekolah, agar mematuhi protokoler kesehatan pada hari pertama masuk belajar tatap muka.

Peninjauan meliputi SMP Negeri 3 Simpang Kanan, SMPN 1 Gunung Meriah, SMK 1 Gunung Meriah. Kemudian SMP Swasta Muhammadiyah Singkil dan MAN Singkil.

“Seluruh sekolah yang dikunjungi sudah memenuhi protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ucap Khalil.

Dikatakannya kunjungan dilakukan tidak hanya sekolah umum. Namun Bupati selaku ketua Tim Gugus Tugas Aceh Singkil turut melakukan pemantauan di sekolah Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) dan SMA yang merupakan wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

“Sudah koordinasi dengan Kemenag dan UPTD Dinas Cabang Pendidikan Provinsi,” ujarnya

Disdikbud Larang SD Sekolah

Sementara itu Khalilullah juga menegaskan, sejauh ini kantin di sekolah sementara ditiadakan sampai dengan kondisi benar-benar aman.

Termasuk sekolah dasar (SD) sederajat juga tidak dibenarkan melaksanakan belajar tatap muka.

“Untuk SD masih diberlakukan belajar jarak jauh atau belajar dari rumah (BDR). Jika selama sebulan, SMP aman dan dipastikan tidak ada yang terpapar, paling lama September sudah bisa masuk sekolah. Dan akan disesuaikan dengan petunjuk terbaru 4 Menteri berikutnya,” sebutnya.

Kendati demikian, Disdikbud akan tetap melakukan pengawasan selama belajar tatap muka. Kita berharap agar kondisi kesehatan guru dan murid tetap terjaga dan bisa kembali normal, katanya. (B25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2