Waspada
Waspada » Harga GKP Di Abdya Anjlok
Aceh Ekonomi

Harga GKP Di Abdya Anjlok

Kadistanpan Abdya drh Nasruddin. Harga GKP Di Abdya Anjlok. Waspada /Syafrizal 
Kadistanpan Abdya drh Nasruddin. Harga GKP Di Abdya Anjlok. Waspada /Syafrizal 

BLANGPIDIE (Waspada): Memasuki pertengahan musim panen raya di Aceh Barat Daya (Abdya), harga Gabah Kering Hasil Panen (GKP), dilaporkan mulai anjlok dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga GKP dibandrol tingkat agen pengepul hanya berkisar Rp4.000 hingga Rp4.200 perkilogram, tergantung mutu gabah.

Sebelumnya, di awal musim panen bulan lalu (sebagaimana diketahui, musim panen di Abdya tidak serentak), harga GKP berkisar Rp5.000 hingga Rp5.500 perkilogram.

Pada awal musim panen bulan lalu, petani yang sudah memanen areal persawahan mereka diantaranya, hamparan persawahan di Kecamatan Susoh, Kecamatan Blangpidie, Jeumpa, sebagian Kecamatan Kuala Batee, sebagian Kecamatan Tangan-Tangan.

Sementara yang panen di pertengahan musim, sebagian di Kecamatan Lembah Sabil, sebagian Kecamatan Manggeng, sebagian Kecamatan Tangan-Tangan, sebagian Kecamatan Setia dan sebagian Kecamatan Babah Rot.

M Yakop, salah satu petani di Kecamatan Tangan-Tangan, juga merangkap Keujrun Blang (tua ada sawah) setempat, kepada Waspada.id, Senin (15/2) mengatakan, anjloknya harga GKP kali ini dipastikan kian mengkhawatirkan. Katanya, saat ini yang menampung hasil panen penduduk hanya para agen lokal, tidak ada agen yang dari luar daerah. “Biasanya di musim panen tahun lalu, banyak agen luar yang masuk ke Abdya, makanya terjadi persaingan harga yang sangat menguntungkan petani. Sekarang tidak ada agen luar, yang ada hanya agen lokal,” ungkapnya.

Agen lokal yang sangat terbatas, memaksa petani menjual gabahnya dengan harga yang rendah. Dipastikan, harga GKP kian turun. Bahkan, bisa mencapai harga di bawah Rp4.000 perkilogram. “Bisa saja harga mendatang berkisar Rp3.500 perkilogram. Berhubung langkanya agen, mau tidak mau petani harus menjual gabahnya, walau dengan harga murah,” sesalnya.

Joni UT, warga tani dari Kecamatan Lembah Sabil, juga mengutarakan hal yang senada. Pihaknya berharap, dengan tidak masuknya agen luar daerah saat musim panen ini, tidak dimanfaatkan oleh para agen lokal dalam memainkan harga GKP, dengan maksud mencari keuntungan banyak, dengan mengorbankan para petani. “Kami warga tani hanya mencari untung sedikit. Janganlah harga itu dibuat-buat. Apa bedanya panen lalu dengan sekarang,” harapnya.

Joni menambahkan, musim panen kali ini yang tidak serentak terus berlangsung tahap demi tahap. Diperkirakan, musim panen di Abdya masih berlangsung selama kurang lebih 2 bulan ke depan. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah setempat, dapat memperbaiki rantai distribusi beras petani, sehingga harga gabah bisa stabil.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, drh Nasruddin, melalui Kabid Produksi Darwis SP terpisah mengatakan, pihaknya akan segera turun lapangan, untuk mengecek kondisi harga gabah yang kian anjlok dimaksud. “Memang benar, saat ini agen yang bermain adalah agen lokal. Jadi agen dari luar tidak nampak masuk ke Abdya. Mungkin karena covid-19 yang mewabah saat ini, makanya agen luar gak masuk. Tapi nanti akan kita kroscek dulu,” sebutnya.

Darwis juga mengaku, pihaknya juga akan mencoba berkoordinasi dengan beberapa pihak lainnya, mengenai kondisi harga gabah tersebut. “Kita coba koordinasi nanti sejauh mana penyerapan penjualan gabah di Abdya,” pungkasnya.(b21)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2