Waspada
Waspada » Harga Daging Anjlok Di Aceh Tamiang
Aceh

Harga Daging Anjlok Di Aceh Tamiang

KUALASIMPANG (Waspada): Pedagang daging sapi terpuruk di Kabupaten Aceh Tamiang.Pasalnya animo warga untuk membeli daging sangat kurang dan eksesnya harga daging pada hari Meugang menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H anjlok di Kabupaten tersebut, Senin (19/7).

Pantauan Waspada di sejumlah lokasi penjualan daging pada hari Meugang menyambut Idul Adha tahun 1442 H ,Senin (19/7), pada pagi hari para pedagang daging sapi di Aceh Tamiang mematok harga Rp140 ribu per kilogram.

Namun karena minat atau animo warga relative sangat kurang untuk membeli daging sapi, sehingga pada siang hari para pedagang menurunkan harga menjadi Rp135 ribu per kilo gram.

Bahkan, masih menurut pantauan Waspada, hingga pukul 15.00 Wib tampak daging masih banyak bergantungan di lokasi bursa perdagangan daging dadakan yang ada di Aceh Tamiang.

Bahkan,dampaknya harga daging kembali merosot pada titik kultimilasi antara yang dibandrol mulai Rp130 ribu Per kilo gram.

Meskipun begitu warga yang membeli daging tetap sepi di bursa pasar dadakan penjualan daging di Kota Kualasimpang dan sekitarnya.

Menurut pedagang daging di Kota Kualasimpang dan sekitarnya, rendahnya minat warga membeli daging pada hari Meugang menyambut hari raya Idul Adha kemungkinan besar karena warga banyak yang mendapat kupon daging Qurban yang akan dilaksanakan pada Selasa (20/7) besok di berbagai kampung di Aceh Tamiang.

Selain itu, imbuh pedagang, Susana pandemi Covid-19 juga menyebabkan perekonomian lagi sulit,sehingga minat warga membeli daging juga sangat kurang.

Faktor lainnya, ungkap pedagang, kemungkinan karena tahun ajaran baru masuk sekolah,sehingga warga banyak butuh uang untuk biaya anak-anak masuk sekolah pada tahun ajaran baru.

Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Yunus yang dikonfirmasi Waspada melalui Kabid Pertenakan, Dedi Ariadi di ruang kerjanya, Senin (19/7) memaparkan, pada hari Meugang menyambut hari raya Idul Adha 1442 H ada 120 ekor sapi jantan dan 32 sapi betina yang tidak produktif serta seekor kerbau yang disembelih.

Rinciannya, imbuh Dedi, di Kecamatan Karang ada 25 ekor sapi jantan dan 5 ekor sapi betina yang tidak produktif disembelih, di Kota Kualasimpang tercatat ada 23 ekor sapi jantan, 7 sapi betina tidak produktif dan seekor kerbau yang disembelih, di Kecamatan Tenggulu ada seekor sapi jantan, Manyak Payed 25 ekor sapi jantan dan 6 ekor sapi betina tidak produktif,Tamiang Hulu ada 7 ekor sapi jantan, Rantau 6 ekor sapi jantan dan 2 ekor sapi betina yang tidak produktif, Banda Mulia 6 ekor sapi jantan, Kejuruan Muda 3 ekor sapi jantan dan seekor sapi betina yang tidak produktif disembelih.

Selanjutnya, imbuh Dedi, Bandar Pusaka ada 3 ekor sapi jantan dan seekor sapi betina tidak produktif, Bendahara 10 ekor sapi jantan dan 5 ekor sapi betina tidak produktif, Seruway 10 ekor sapi jantan dan 5 ekor sapi betina yang tidak produktif yang disembelih dan di Kecamatan Sekerak tidak ada sapi dan kerbau yang disembelih .(b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2