Waspada
Waspada » “Hampir Setiap Hari Saya Menerima Laporan Terjadinya Kebakaran Di Aceh”
Aceh

“Hampir Setiap Hari Saya Menerima Laporan Terjadinya Kebakaran Di Aceh”

KOMANDAN Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, SE saat dikonfirmasi Harian Waspada usai memimpin apel Perlengkapan Pasukan dan Alutsista di Lapangan Sudirman Lhokseumawe, Kamis (5/11) pagi menyebutkan, kalau sekarang ini kita sedang memasuki musim penghujan dan menyebabkan rawan terjadinya bencana alam.

Secara statistik kata dia, pada tahun 2020 ini di Indonesia telah terjadi bencana alam mencapai 2059 kejadian. Dan Aceh merupakan salah satu provinsi paling rentan terjadi bencana alam, apalagi sudah masuk di ujung tahun yang diperkirakan bakal terjadi La Nina.

La Nina kata Danrem 011/Lilawangsa adalah perististiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata di sekitarnya. “Jika terjadi La Nina bisa menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor. Kalau El Nino bisa menyebakan kekeringan,” sebut Kolonel Inf Sumirating Baskoro.

Kenapa El Nino menyebabkan kekeringan, sebutnya, dikarenakan karena El Nino membuat suhu permukaan air laut menurun hingga mengakibatkan berkurangnya pembentukan awan hingga membuat curah hujan menurun.

Sedangkan yang diciptakan oleh peristiwa El Nina adalah meningkatnya curah hujan di wilayah Pasifik Ekuatorial Barat, yang mana Indonesia termasuk di dalamnya. La Nina menyebabkan cuaca cenderung menjadi hangat dan lebih lembab. La Nina mampu meningkatkan curah hujan.

“Kalau di wilayah kerja Korem 011/Lilawangsa yang paling rawan terhadap bencana ini adalah Aceh Utara, karena Aceh Utara ini rawan terjadinya bencana banjir dan longsor di Bener Meriah dan Aceh Tengah,” sebut orang nomor satu di Korem 011/LW itu.

Bukan hanya itu, katanya, Aceh juga merupakan provinsi yang rawan terjadinya gempa bumi, dan yang paling sering diterima laporan dalam wilayah kerjanya adalah peristiwa kebakaran.

“Khusus untuk bencana kebakaran ini saya hampir setiap hari mendapatkan laporan terjadinya kebakaran. Bencana kebakaran ini sangat tinggi sekali. Apakah itu kebakaran rumah maupun kebakaran hutan dan lahan. Mungkin karena di Aceh masih banyak rumah berkontruksi kayu. Penyebabnya itu rata-rata kompor,” sebutnya.

Selama ini untuk penangan bewrbagai kejadian tersebut, TNI/Polri dan BPBD sigap dalam memberikan bantuan dengan cara turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengatasi bencana kebakaran agar tidak terjadi meluas.

“Jika terjadi bencana, tetapi kita berharap tidak terjadi. Nah kalau terjadi, maka semua personel maupun relawan yang turun memberikan bantuan penanganan tetap harus mengikuti protocol kesehatan, karena sekarang ini kita hidup di tengah terjadinya pandemi Covid-19, seperti tetap memakai masker,” pesannya.

Untuk mengatasi atau menanggulangi bencana, kata Sumirating Baskoro, tidak ada yang namanya paling hebat dan paling mampu, karena tidak mungkin persoalan bencana dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi penanggulangan bencana baru dapat dilakukan dengan bersama-sama yaitu dengan kekuatan super tim.“Tidak ada yang namanya super man atau super instutusi. Penanggulangan bencana harus dilakukan dengan super tim.”

Jadi lanjut Sumirating Baskoro, apel yang dilaksanakan pihaknya di Lapangan Sudirman untuk mempersipkan diri apabila terjadi kondisi darurat bencana. Nantinya kata dia, pihaknya akan melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan penanganan kebencanaan termasuk bagaimana prosedur perencanaan penanganan bencana sehingga di lapangan tidak terjadi tumpang tindih.

“Setiap tahun Aceh rawan dengan bencana terutama kebakaran. Kebaran merupakan kasus yang paling tinggi terjadi di wilayah kerja saya. Pada tahun ini yang paling kita khawatirkan terjadinya peristiwa El Nina. El Nina mampu menyebakan 40 persen meningkatnya curah hujan,” katanya.

Usai memimpin apel, Komandan Korem 011/LW bersama dengan Kapolres Kota Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Zulkarnaini, Kepala BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah dan seluruh peserta apel melakukan pengecekan peralatan yang biasa digunakan pada kegiatan penaggulangan bencana.

Sumirating Baskoro kepada Waspada menjelaskan, semua perlengkapan sudah memadai meskipun ada beberapa yang kurang layak. Sesuai keterangan Amir Hamzah kata Danrem 011/LW itu, seharusnya ada pengadan peralatan namun batal dikarenakan Covid-19. “Intinya kita saling menutupi kekurangan dan dalam latihan saling kolaborasi.”

“Saya cuma ingin memyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat kalau terjadi bencana tetaplah waspada. Bencana kebakaran di Aceh cukup tinggi terjadi mungkin dikarenakan rumah kita masih banyak yang berkontruksi kayu. Kalau itu terjadi jangan panik. Penyebab kebakaran sering disebabkan oleh kompor, kalau meledak langsung disiram dan mengunakan goni basah. Untuk masalah ini memang harus ada pelatihan khusus,” demikian Kolonel Inf Sumirating Baskoro, SE.( Maimun Asnawi)

Waspada/Maimun Asnawi

Komandan Korem 011/LW, Sumirating Baskoro, SE bersama dengan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, SIK, MH melakukan pengecekan peralatan penanggulangan bencana usai apel di Lapangan Sudirman, Kamis (5/11).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2