Waspada
Waspada » Guru Honorer Se-Aceh Minta Presiden Keluarkan Keppres PNS Tanpa Tes
Aceh Headlines

Guru Honorer Se-Aceh Minta Presiden Keluarkan Keppres PNS Tanpa Tes

Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ Provinsi Aceh, Tengku Bahrul Kiram, M.Kom.I. Waspada/Maimun Asnawi
Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ Provinsi Aceh, Tengku Bahrul Kiram, M.Kom.I. Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada):  Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ Provinsi Aceh, Tengku Bahrul Kiram, M. Kom.I  kepada Waspada, Kamis (4/6) siang.

Menuturkan, kalau pihaknya sekarang ini sedang berupaya menggalang kekuatan untuk mendesak Presiden Jokowi agar segera mengeluarkan Keppres PNS tanpa tes khusus untuk tenaga kependidikan yang berstatus honorer non kategori usia di atas 35 tahun.

Keppres dimaksud kata Bahrul Kiram, serupa dengan Keppres yang sudah pernah dikeluarkan oleh Presiden Jokowi pada saat pengakatan PNS untuk bidan PTT dan Sekdes.

Hal ini dilakukan karena tidak mungkin ribuan guru honorer non kategori usia 35+ dapat mengikuti ujian seleksi CPNS disebabkan usia mereka yang sudah tua. Konon lagi tes CPNS sudah lima tahun tidak pernah dibuka.

Kondisi Kami Sangat Memprihatinkan

“Kita sudah cukup lama berbakti di sekolah. Kalau Presiden Jokowi tidak mengeluarkan Keppres PNS tanpa tes, maka dapat dipastikan kondisi kami sangat memprihatinkan.

Upah yang kami terima hanya cukup untuk BBM ke sekolah. Sementara sebagian besar dari kami adalah tulang punggung keluarga.  Semoga Presiden Jokowi terketuk hatinya,” sebut Bahrul Kiram penuh harap.

Terkhusus dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, kondisi ribuan guru honorer non kategori sangat memperihatinkan, karena mereka tidak bisa bebas bergerak seperti dalam kondisi sebelumnya.

Kebutuhan hidup sulit dipenuhi karena harus mengikuti protocol kesehatan dari pemerintah untuk berdiam di rumah.

“Sebelumnya kita mendapat informasi, gaji kami dibayar 50 persen dari dana BOS ternyata itu hanya angina surge.

Berbeda dengan para guru PNS. Mereka mendapatkan berbagai macam jenis tunjangan. Pun demikian, kami tetap setia dengan tugas kami, demi mencerdaskan anak bangsa.

Kami ini adalah benar-benar guru dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa,” katanya.

Agar usaha ini sampai pada tujuan, Bahrul Kiram sebagai Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ Provinsi Aceh, mengharapkan kepada semua guru honorer non kategori di 23 kabupaten/kota di Aceh, untuk merapatkan barisan, guna memperjuangkan masa depan masing-masing.

“Hanya dengan dikeluarkannya Keppres PNS tanpa tes, kita akan menjadi PNS.

Bagi kabupaten/kota yang belum membentuk kepengurusan untuk segera membentuknya, kemudian mencari dukungan pemerintah daerah masing-masing guna menyurati Presiden Jokowi,” pinta Bahrul Kiram yang mengaku sudah mengabdikan diri sebagai guru honorer non kategori 15 tahun.

Hal tersebut ikut dikuatkan oleh Ketua Umum Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+, H. Nasrullah Mukhtar yang mengaku kecewa dengan tudingan yang disampaikan oleh Pengamat Praktisi Edukasi 4.0, Indra Charismiadji yang menyebutkan dominan para guru baik PNS maupun non PNS gagap teknologi.

“Dia telah meredahkan jutaan guru di Indonesia. Sudah cukup banyak hasil didikan jutaan guru menjadi orang penting di tanah air,” katanya.

Terakhir H. Nasrullah Mukhtar berharap kepada semua pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk ikut memberikan dukungan, agar para guru honorer non kategori usia 35+ dapat meraih cita-citanya. “Dukungan Pemda sangat berarti bagi kami,” katanya. (b18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2