Gubernur Aceh Terima Penghargaan SKK Migas Perwakilan Sumbagut

- Aceh
  • Bagikan

BANDA ACEH (Waspada): Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menerima penghargaan dari SKK Migas Perwakilan Sumbagut atas partisipasi aktif Pemerintah Aceh dalam mendukung kelancaran operasional migas di Tanah Rencong.

Apresiasi dan penghargaan dari SKK Migas Perwakilan Sumbagut, itu diberikan dalam kegiatan Northen Sumatra Forum 2021 di Hotel Best Western Premier Panbil, Kota Batam, Kepri, Kamis (25/11) malam.

“Kegiatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan sinergi bersama stakeholder, SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam Wilayah Sumbagut,” terang Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, di Banda Aceh, Jumat (26/11).

Atas penghargaan itu, kata dia, Gubernur Nova menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Forum SKK Migas serta KKKS Wilayah Sumbagut dan Aceh. Menurut gubernur, penghargaan ini menjadi suatu kebanggaan dan juga motivasi bagi Pemerintah Aceh.

“Sebagai pimpinan Pemerintahan Aceh, Saya merasa amat bahagia dengan anugerah ini, karena ini merupakan penghargaan atas perjuangan kami menjalankan kebijakan otonomi khusus Aceh di sektor Migas sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh,” sebut Nova usai menerima penghargaan.

Ditambahkan, Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menetapkan sistem bagi hasil Migas dari bumi Aceh adalah 70 : 30, artinya 70 persen untuk Aceh dan 30 persen untuk Pemerintah pusat.

“Untuk menjalankan kebijakan itu, sistem pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan kontrak kerjasama sektor Migas di Aceh juga telah ditata sebagaimana dijabarkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015,” kata Gubernur Aceh seperti dikutip Iswanto.

Dalam hal ini, katanya, telah dibentuk Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang mengambil alih tugas-tugas pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian kontrak kerjasama di darat dan laut wilayah kewenangan Aceh.

Gubernur Aceh, menurut Iswanto, berharap kehadiran BPMA dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk digunakan bagi kesejahteraan rakyat.

Dirincikan, saat ini terdapat 3 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang telah berproduksi dan 3 KKKS masih tahap ekplorasi serta 2 KKKS dalam proses joint study 12 wilayah Kerja Aceh. “Ada pula satu 1 KKKS Produksi, yakni PT. Pertamina EP Asset 1 Rantau Field yang dalam proses pengalihan dari SKK Migas ke BPMA,” katanya.

Gubernur mengatakan, dari semua WK itu, produksi potensi migas lepas pantai di wilayah Laut Andaman Selat Malaka adalah yang terbesar. “Kalau saja semua WK itu sudah pada tahap produksi, Insya Allah Aceh akan mampu berkontribusi bagi pencapaian produksi Migas Nasional yang menargetkan Produksi tahun 2030 sebesar 1 juta barel per hari untuk minyak bumi dan 12 miliar standard cubic feet per hari untuk gas,” katanya.
Namun, ditegaskannya, kontribusi Aceh bagi Migas nasional ini tidak akan terlaksana, jika tidak ada kerjasama yang baik dari kalangan stakeholder Migas nasional.

“Artinya, kami di Aceh mengakui bahwa dukungan Pemerintah Pusat, SKK Migas dan pemangku kepentingan lainnya sangat besar dalam mengoptimalkan potensi Migas Aceh. Sehingga membawa dampak positif pada perekonomian Aceh, terutama untuk pengembangan Industri pada Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe dan sekitarnya,” ujar Nova.

Tampak pula hadir pada acara itu Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Teuku Mohamad Faisal, dan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal. (b03)

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menerima penghargaan dari SKK Migas Perwakilan Sumbagut, atas peran aktif dalam mendukung kelancaran operasional hulu migas di Provinsi Aceh yang diserahkan oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko (kiri) pada acara penutupan Northen Sumatera Forum di Hotel Best Western Premier Panbil, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis, (25/11) malam. Waspada/Ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *