Waspada
Waspada » Gorong-gorong Jalan Perusahaan Gas Alam Rusak, Suplai Air Irigasi Ke Sawah Petani Terhenti
Aceh

Gorong-gorong Jalan Perusahaan Gas Alam Rusak, Suplai Air Irigasi Ke Sawah Petani Terhenti

Sejumlah warga sedang memperbaiki gorong-gorong armco di Jalan Line Pipa milik perusahaan gas alam PHE NSE. Suplai air irigasi ke lahan sawah petani Kecamatan Syamtalira Aron di Kabupaten Aceh Utara terhenti, akibat kerusakan gorong-gorong di jalan perusahaan gas PHE NSB. Waspada/Zainal Abidin
Sejumlah warga sedang memperbaiki gorong-gorong armco di Jalan Line Pipa milik perusahaan gas alam PHE NSE. Suplai air irigasi ke lahan sawah petani Kecamatan Syamtalira Aron di Kabupaten Aceh Utara terhenti, akibat kerusakan gorong-gorong di jalan perusahaan gas PHE NSB. Waspada/Zainal Abidin

LHOKSUKON (Waspada): Suplai air irigasi ke lahan sawah petani Kecamatan Syamtalira Aron di Kabupaten Aceh Utara terhenti, akibat kerusakan gorong-gorong di jalan perusahaan gas alam PHE NSB. Kebutuhan air mendesak, sehingga para petani terpaksa memperbaiki segera gorong-gorong armco di Jalan Line Pipa tersebut, Sabtu (18/1).

Tokoh warga Menasah Mee, Kecamatan Syamtalira Aron, Hafifuddin kepada Waspada menjelaskan, saluran irigasi Syamtalira Aron melintasi Jalan Line Pipa milik perusahaan gas alam PHE NSB. Akibat gorong-gorong Jalan Line Pipa tersebut rusak di kawasan Menasah Mee, aliran irigasi tersumbat.

Menurutnya, gorong-gorong armco sudah lama tidak berfungsi sehingga mempengaruhi suplai air ke lahan sawah. “Saat ini petani sedang turun ke sawah, sehingga membutuhkan air irigasi,” jelasnya.

Hafifuddin menambahkan, akibat tersumbat di Jalan Line Pipa, puluhan hektare sawah milik petani Menasah Mee kekeringan. Kondisi serupa juga dialami petani desa sekitarnya, seperti Menasah Glok. Karena kebutuhan air mendesak, sejumlah tokoh warga mengusulkan kepada perusahaan gas milik Pertamina itu, agar pekerjaan perbaikan gorong-gorong dilakukan sendiri warga sekitar lingkungan.

Dedi,39, warga Menasah Mee menambahka, butuh waktu beberapa hari untuk bisa memperbaiki gorong-gorong. “Sudah dua hari warga bekerja,” jelas dia. Selain itu untuk memperbaikinya juga membutuhkan 10 orang tenaga tukang dan 40 pekerja buruh.

Selain pekerja galian, juga membutuhkan pembersihan sampah yang tersangkut di gorong-gorong. Dalam rencana anggaran yang disusun Geuchi Mee Aron membutuhkan anggaran sejumlah Rp20 juta.

Sementara itu, manajemen PHE NSB yang dihubungi Waspada mengakui telah turun langsung ke lokasi. PHE NSB Field HR & General Affairs Superintendent, Armia Ramli menjelaskan, PHE NSB berkomitmen membersihkan gorong-gorong tersebut. “PHE NSB berkomitmen membersihkan gorong-gorong untuk keperluan masyarakat mengaliri sawahnya,” jelas Armia Ramli.

Bahkan pihaknya telah bertemu langsung dengan para tokoh masyarakat Syamtalira Aron. “Kami terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dengan hadir langsung ke lokasi untuk melanjutkan proses pembersihan agar aliran air menjadi lancar,” tegas Armia, PHE NSB Field HR & General Affairs Superintendent.(b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2