Ghazy Khairan Taqy Dari SDN 1 Sungai Liput Jadi Jawara Internasional

Ghazy Khairan Taqy Dari SDN 1 Sungai Liput Jadi Jawara Internasional

  • Bagikan
Ghazy Khairan Taqy bersama ibunya, Tengku Marni Adriyah dan kepala sekolah, Nuraini serta guru kelas VI, Yayuk Kesuma Dewi, Senin (6/9).Waspada/ Muhammad Hanafiah
Ghazy Khairan Taqy bersama ibunya, Tengku Marni Adriyah dan kepala sekolah, Nuraini serta guru kelas VI, Yayuk Kesuma Dewi, Senin (6/9).Waspada/ Muhammad Hanafiah

Kabupaten Aceh Tamiang yang memang memiliki akar seni budaya rumpun Melayu dan pantun memang bagian dari seni budaya yang tumbuh mengakar di Kabupaten Aceh Tamiang yang dijuluki Bumi Muda Sedia.

Seperti yang pernah diberitakan Harian Waspada dan Waspada.id tahun 2020 yang silam, Tradisi Pantun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tanggal 17 Desember 2020, pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis.

Nominasi Pantun yang diajukan secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui oleh UNESCO, setelah sebelumnya Pencak Silat diinskripsi sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tanggal 12 Desember 2019.

Bahkan, UNESCO menilai Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang mejadi panduan moral. Pesan yang disampaikan melalui Pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antar manusia.

Ghazy Khairan Taqy, 10, siswi SDN 1 Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang membuktikan kepiawaiannya sebagai anak bangsa yang mewakili Negara Indonesia di kancah lomba cerdas cermat membaca dan menciptakan pantun yang merupakan seni sastra tradisional yang sampai saat ini tumbuh dan mengakar di Bumi Muda Sedia.

Ghazy Khairan Taqy yang merupakan anak dari buah cinta pasangan Ilham Pribadi bersama Tengku Marni Adriyah, warga komplek BTN Cempaka Mas, Blok A Dusun Melur, Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang itu berhasil meraih prestasi Juara 1 pada kancah lomba Cerdas Cermat Pantun Pendidikan Negeri Serumpun untuk Katagori Sekolah Dasar dan Sekolah Rendah yang diselenggarakan secara online sejak tanggal 27 Juli sampai 21 Agustus 2021.

Lomba tingkat Internasional tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, juga didukung oleh Jabatan Kebudayaan dan Kebudayaan Negara (Kuala Lumpur), KBRI Kuala Lumpur dan Keduataan Besar Malaysia yang dikemas dalam tema “Berpantun Kita Berbudaya, Berpantun Kita Bersaudara” .

Lomba yang dimulai dari tahapan babak penyisihan, semi final dan final yang diikuti oleh peserta yang berasal dari 4 Negara yaitu, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura itu akhirnya dewan juri memutuskan dan menobatkan siswi kelas VI dari SDN 1 Sungai Liput sebagai Juara I di kancah lomba tingkat International dan sekaligus mengukir prestasi mengharumkan nama Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dan Negara RI.

Ghazy Khairan Taqy bersama ibunya, kepala sekolah, guru kelas VI dan teman-teman sekelasnya, Senin (6/9).Waspada/ Muhammad Hanafiah

“Sebagai kepala sekolah dan dewan guru di sekolah ini, tentu saja kami merasa bangga dengan prestasi yang diraih Ghazy Khairan Taqy,” ucap Kepala SDN 1 Sungai Liput, Nuraini, SPd yang turut didampingi guru kelas VI, Yayuk Kesuma Dewi, SPd dan Tengku Marni Adriyah (ibunda Ghazy Khairan Taqy) ketika Waspada.id menyambangi SDN 1 Sungai Liput, Senin (6/9).

Kepala sekolah itu juga mengungkapkan, di tengah-tengah banyaknya kekurangan fasilitas di SDN 1 Sungai Liput yang belum mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah, ternyata anak didik dari sekolah ini masih mampu mengukir prestasi yang gemilang untuk mengharumkan nama sekolah, orang tua,Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dan Negara RI.

“Alhamdullillah anak didik kami masih mampu mengukir prestasi sampai ke tingkat internasional,” ucap Nuraini.

Menurut Nuraini sambil menunjukkan sertifikat yang pernah diraih Ghazy Khairan Taqy pada tahun 2018 berhasil meraih Juara I Lomba baca Puisi Tingkat Nasional, lalu pada tahun 2019 Ghazy Khairan Taqy berhasil mengukir prestasi gemilang Juara I lomba mendongeng Tingkat Nasional.

“Pada tahun 2020, Ghazy Khairan Taqy meraih Juara 1 Lomba Pantonim Tingkat Kabupaten Aceh Tamiang dan Juara III tingkat Provinsi Aceh dan tahun 2020 juga Ghazy berhasil meraih Juara I Literasi Perpustakaan tingkat Kabupaten Aceh Tamiang,” ungkap Nuraini sambil menunjukkan sertifikat yang pernah diraih anak didiknya itu.

Menurut Nuraini, Ghazy Khairan Taqy yang memang memiliki talenta di berbagai bidang yang perlu terus dibina bersama pihak sekolah, orang tuanya dan Pemerintah.

Tengku Marni Adriyah, ibu dari Ghazy Khairan Taqy ketika ditanya Waspada.id mengatakan syukur Alhamdullillah putrinya mampu meraih berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Semuanya itu berkat pembinaan bersama antara orang tua dan kepala sekolah serta dewan guru di sekolah ini,” ujar Marni.

Ghazy Khairan Taqy ketika ditanya Waspada.id. di ruang kepala sekolah yang turut didampingi gurunya dan ibunya mengatakan hatinya sangat senang bisa meraih prestasi tingkat Nasional dan Internasional.

“Semoga saja aku diberikan hadiah oleh Pemerintah karena sudah menang meraih prestasi,” ucapnya penuh harap sambil membacakan sebaris pantun untuk dipersembahkan kepada pembaca Waspada.id.

Beli jam pergi ke pasar
Tidak lupa membeli baterai
Kita harus rajin belajar
Agar impian dapat tercapai

WASPADA/Muhammad Hanafiah

  • Bagikan