Waspada
Waspada » Geram Tolak Legalitas Miras
Aceh Headlines

Geram Tolak Legalitas Miras

Puluhan orang yang tergabung dalam GERAM mengelar aksi menolak legalitas minuman keras (miras), di seputaran Jln. A. Yani Kota Langsa, Senin (1/3). Geram Tolak Legalitas Miras. Waspada/Munawar
Puluhan orang yang tergabung dalam GERAM mengelar aksi menolak legalitas minuman keras (miras), di seputaran Jln. A. Yani Kota Langsa, Senin (1/3). Geram Tolak Legalitas Miras. Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) mengelar aksi menolak legalitas minuman keras (Miras), di seputaran Jln. A. Yani Kota Langsa, Senin (1/3).

Amatan Waspada.id, kegiatan aksi menolak keputusan pemerintah untuk membuka izin investasi industri minuman keras (Miras) atau minuman beralkohol di Indonesia, dengan mengikuti prokol kesehatan Covid-19, Koordinator Kamisan sedangkan kordinator Lapangan Muhammad Rizki.

Aksi yang dilakukan GERAM tersebut, berlangsung sekira pukul 09.00-11.20 WIB dengan titik kumpul Lapangan Merdeka Kota Langsa menuju Tugu Polantas. Mereka melakukan orasi di di jalan secara silih berganti, tidak hanya itu mereka juga membentangkan kain putih bertuliskan aksi menolak Perpres Legalitas Miras.

Koordinator Aksi Kamisan dalam orasinya mengatakan, sebagaimana kita ketahui dalam bulan ini telah dilegalkan investasi miras tersebut. Aksi yang kami lakukan ini karena kami berpandangan jika miras di legalkan di Indonesia maka akan berpotensi meningkatnya kriminal di bumi pertiwi ini, jelasnya.

“Kami menilai tak ada artinya meningkatkan investasi melalui industri miras namun di sisi lain kasus kriminalitas terus meningkat, aturan tersebut tak akan menyelesaikan berbagai persoalan keamanan,” ujar Koordinator Aksi, Kamisan

Sementara, Koordinator Lapangan Muhammad Rizki dalam orasinya menyampaikan, langkah pemerintah pusat saat ini hanya berpandangan jangka pendek memberikan investasi di Indonesia, tetapi tidak melihat dan mempersiapkan pemuda di tahun 2030 menghadapi bonus demografi.

“Akankah bonus demografi yang harapannya menjadi kesempatan emas tapi malah sebaliknya menjadi kehancuran pemuda-pemuda Indonesia,” imbuh Riski.(b24).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2