Waspada
Waspada » Gedung Diagnostic Center RSUD TCD Dikerjakan Asal Jadi
Aceh Headlines

Gedung Diagnostic Center RSUD TCD Dikerjakan Asal Jadi

Anggota Pansus DPRA Dail 2 Aceh Tgk Anwar Husen dan Muhammad Rizal Fahlevi Kirina terlihat serius memperhatikan buku Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pembangunan Gedung Diagnostic Center RSUD TCD  (Tgk Chik Ditiro Sigli), Rabu (8/7). Waspada/Muhammad Riza
Anggota Pansus DPRA Dail 2 Aceh Tgk Anwar Husen dan Muhammad Rizal Fahlevi Kirina terlihat serius memperhatikan buku Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pembangunan Gedung Diagnostic Center RSUD TCD  (Tgk Chik Ditiro Sigli), Rabu (8/7). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Gedung Diagnostic Center RSUD TCD diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Bangunan Diagnostic Center, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dinilai yang telah mengelontorkan uang negara sekira senilai Rp58 miliar diduga dikerjakan asal jadi.

Anggota Pansus DPRA Dail 2 Aceh Tgk Anwar Husen dan Muhammad Rizal Fahlevi Kirina terlihat serius memperhatikan buku Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pembangunan Gedung Diagnostic Center RSUD TCD  (Tgk Chik Ditiro Sigli), Rabu (8/7). Waspada/Muhammad Riza
Anggota Pansus DPRA Dail 2 Aceh Tgk Anwar Husen dan Muhammad Rizal Fahlevi Kirina terlihat serius memperhatikan buku Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pembangunan Gedung Diagnostic Center RSUD TCD  (Tgk Chik Ditiro Sigli), Rabu (8/7). Waspada/Muhammad Riza

Hal ini diketahui saat tim Pansus Dapil II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menemukan banyak item pada bangunan tersebut tidak selesai dikerjakan. Salah satunya pada finishing gedung tersebut diketahui dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

”Banyak aitem yang kami temukan bermasalah di RSUD TCD Sigli ini. Diantaranya pada bangunan gedung diagnostic dan Alkes. Sebenarnya sangat banyak, Alkesnya saja ada sekira 13 aitem,” sebut Muhammad Rizal Fahlevi Kirani, salah satu anggota Pansus Dapil II Aceh disela-sela kegiatan pemantauan di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli. Rabu (8/7) pagi.

Dia mengungkapkan, pada bagian finishing gedung diagnostic itu, pihaknya menemukan tidak adanya pemasangan batu bata di samping talud gedung tersebut. Kemudian pemasangan granit dinilainya tidak sesuai.

”Artinya, yang mau kami sampaikan bahwa pada pembangunan gedung ini saja, banyak aitem yang tidak selesai dikerjakan, dan ini menjadi catatan bagi kami,” sebut Rizal Fahlevi didampingi Khairil Syahrial dan Anwar Husen.

Tgk Anwar Husen menambahkan, bangunan gedung diagnostic RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli dibangun beberapa tahap diawali pada tahun 2017. Namun akibat dikerjakan asal-asalan menyebabkan gedung ini belum bisa digunakan. Padahal menurut dia, dalam kondisi pandemi COVID-19, bangunan sudah bisa digunakan.

“Tetapi sekarang belum layak, lihat saja bangunan bocor dan banyak lagi kekurangan sehingga bangunan ini belum layak untuk dimanfaatkan,” katanya.

RSUD Tgk Abdullah Syafii, Kota Beureunuen

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Abdullah Syafii, Kota Beureunuen, Kabupaten Pidie, tim Pansus DPRA Dapil II Aceh juga menemukan pembangunan gedung rawat inap dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Pada bagunan tersebut kata dia, catnya sudah rontok, padahal pewarna itu digunakan dua lapisan dari cat merek terkenal. Begitun sebut dia, bangunan tersebut masih bocor dan ini sangat tidak nyaman bagi pasien yang di rawat di bangunan tersebut.

Khairil Syahrial mengatakan, pihaknya setelah melakukan tinjauan ke rumah RSUD Tgk Abdullah Syafii, langsung menuju Kabupaten Pidie Jaya guna melakukan hal yang sama. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2