Ganti Rugi Lahan Tol Binjai-Langsa Bersamaan Pelepasan Hak Tanah

Ganti Rugi Lahan Tol Binjai-Langsa Bersamaan Pelepasan Hak Tanah

  • Bagikan
Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Erwis A. Ptnh yang juga Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa pada kegiatan ganti kerugian dan penarikan bukti penguasaan kepemilikan tanah untuk dilakukan pencatatan bahwa sudah dilepaskan kepada negara, di Aula Cakra Donya Langsa, Senin (28/6). Waspada/Munawar
Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Erwis A. Ptnh yang juga Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa pada kegiatan ganti kerugian dan penarikan bukti penguasaan kepemilikan tanah untuk dilakukan pencatatan bahwa sudah dilepaskan kepada negara, di Aula Cakra Donya Langsa, Senin (28/6). Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Pemberian ganti kerugian pengadaan tanah Ruas Tol Binjai-Langsa II dilakukan bersamaan dengan Pelepasan Hak Objek Pengadaan Tanah oleh pihak yang berhak dalam bentuk berita acara dan penarikan bukti penguasaan atau kepemilikan tanah untuk dilakukan pencatatan bahwa sudah dilepaskan kepada Negara.

Demikian Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Erwis A. Ptnh yang juga Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa kepada Waspada.id, Selasa (29/6).

Menurutnya, hal itu berdasarkan surat dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta nomor: S-1504/LMAN/2021, sebanyak 130 bidang tanah Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Pembangunan Ruas Tol Binjai-Langsa II (Segmen Langsa) Tahap 5, telah disetujui pembayaran ganti kerugian dengan total Rp59.128.708.159.

Ganti kerugian kepada pemilik lahan yang terkena pembebasan jalan tol segmen Binjai-Langsa langsung dibayarkan melalui rekening masing-masing yang telah membuka buku rekening di PT Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Langsa, ujar Erwis.

Lahan yang terkena pembebasan jalan tol segmen Binjai-Langsa tersebut berada di tiga gampong yaitu, Gampong Geudubang Aceh Kec. Langsa Baro sebanyak 36 bidang tanah, Pondok Keumuning Kec. Langsa Lama sebanyak 54 bidang tanah dan Gampong Sukajadi Kebun Ireng Kec. Langsa Lama sebanyak 40 bidang tanah.

Kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa tersebut merupakan kegiatan PSN yang pendanaan ganti rugi melalui pembayaran langsung oleh Direktorat Kekayaan Negara-LMAN berdasarkan ketentuan dari Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2020 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Hal ini, dalam rangka pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Proyek Strategis Nasional oleh Lembaga Manajemen Aset Negara, terang Erwis.

Dikatakannya lagi, realisasi kegiatan pembayaran ganti kerugian secara simbolis, Senin (28/6) yang dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM di Aula Cakra Donya Langsa, sebanyak 126 bidang sejumlah Rp58.571.584.047.

Selanjutnya, untuk 2 bidang (sertifikat masih menjadi pinjaman hutang) telah direalisasi hari ini, Selasa (29/6) dengan ganti rugi sebesar Rp216.504.448. sedangkan untuk sisa 2 bidang ditunda pembayaran (dana akan direturn) dan diajukan pada tahap selanjutnya dikarenakan pemiliknya meninggal dunia dengan total ganti rugi sebesar Rp340.619.669.

Untuk bidang tanah yang belum dibayarkan maka akan dimohonkan Pembayaran Langsung kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta, sesuai dengan tata cara pengajuan pembayaran ganti rugi pengadaan tanah yang diatur di perundang-undangan yang berlaku, imbuh Erwis. (b24)

Baca juga:

Marzuki Hamid Salurkan Ganti Rugi Lahan Tol Binjai-Langsa

 

  • Bagikan