Gaji Tenaga Kontrak Di Aceh Tamiang Terancam Dikurangi - Waspada

Gaji Tenaga Kontrak Di Aceh Tamiang Terancam Dikurangi

- Aceh
  • Bagikan

KUALASIMPANG (Waspada): Ketua DPD PAN Aceh Tamiang, Asrizal H Asnawi menginstruksikan kadernya yang menjadi wakil rakyat di DPRK setempat, agar mencari jalan keluar terkait wacana pengurangan atau pemotongan gaji tenaga honorer (Kontrak) pada RAPBK 2022.

Asrizal H Asnawi yang juga anggota DPRA kepada Waspada Kamis (18/11) melalui handphonenya mengatakan, rencana Pemkab Aceh Tamiang dalam mensiasati kebutuhan anggaran tahun 2022, dengan melakukan pengurangan sejumlah anggaran, agar ditinjau kembali terlebih terkait hajat hidup para tenaga kontrak di daerah itu, yang saat ini hanya mendapat upah sebesar Rp800 ribu perbulannya.

“Kondisi kita sedang masa pandemi, bila terjadi skema pengurangan anggaran melalui pemotongan gaji tenaga honorer sebesar Rp 200 ribu perbulan, maka sangat berdampak tidak baik,” sebut Asrizal, Ketua DPD PAN Aceh Tamiang.

Asrizal mengemukakan, pihaknya mengetahui wacana pengurangan gaji tenaga kontrak tersebut, karena adanya laporan dari sekitar 20 orang tenaga honorer Pemkab Aceh Tamiang, kepada dirinya melalui media sosial Facebook.

Kemudian, Asrizal menyahuti laporan tersebut dengan meminta dua Anggota DPRK Aceh Tamiang dari PAN, untuk bersama Pemerintah Kabupaten mencari cara agar tidak terjadi pemotongan gaji atau sampai mengurangi jumlah tenaga honorer.

Kata Asrizal, dirinya juga sudah berkomunikasi dengan Ketua DPRK Aceh Tamiang, Supriyanto terkait Ikhwal tersebut. “Pak Ketua dewan juga sepakat agar tidak ada pemotongan gaji honorer. Pihaknya, berusaha mencari solusi terkait kekurangan anggaran tersebut,” sebut Asrizal.

Anggota Komisi III DPR Aceh ini, mendorong semua pihak untuk melihat lebih jauh tentang peliknya kehidupan tenaga honorer yang gajinya tidak seberapa, akan tetapi masuk dalam skema pengurangan.

“Saya yakin, pimpinan kita di Aceh Tamiang memiliki solusi mengatasi kekurangan anggaran dalam pembiayaan pembangunan dalam APBK 2022,” terangnya lagi sembari menambahkan, sehingga tidak ada pemotongan terhadap gaji maupun pengurangan tenaga kontrak di jajaran Pemkab Aceh Tamiang. (b15).

  • Bagikan