Waspada
Waspada » Fitriani, 20 Tahun Menderita Kaki Gajah Berharap Sembuh
Aceh

Fitriani, 20 Tahun Menderita Kaki Gajah Berharap Sembuh

Koordinator Komunitas Baluem Syedara, Agus Setiawan saat menyambangi rumah Fitriani yang menderita kaki Gajah untuk menyerahkan bantuan sembako, Sabtu (22/2). Waspada/dede
Koordinator Komunitas Baluem Syedara, Agus Setiawan saat menyambangi rumah Fitriani yang menderita kaki Gajah untuk menyerahkan bantuan sembako, Sabtu (22/2). Waspada/dede

LANGSA (Waspada) : Di tengah terik matahari siang, di sudut Kota Langsa tinggal seorang ibu rumah tangga, Fitriani, 40, Menderita Kaki Gajah, warga Gampong Alue Berawe Langsa Kota yang pasrah dengan kondisi kesehatannya.

Kepasrahan, Bu Fitriani, menahankan penyakit  Kaki Gajah sudah lebih dari 20 tahun, karena ketidakmampuan biaya untuk mengobati kakinya yang bengkak dan semakin besar.

Fitriani, Sabtu (22/2) menceritakan, awalnya tumbuh benjolan kecil di kakinya sebelah kiri, lalu ia pun memeriksakan penyakitnya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

Kemudian, dikatakan salah satu dokter di rumah sakit itu dirinya menderita penyakit tumor, dan akhirnya sekitar 1998, pihak rumah sakit mengoperasi penyakitnya.

Lalu, pasca operasi sekira tahun 2000, kakinya mulai membesar serta tumbuh benjolan-benjolan kecil di sekujur tubuhnya.

Melihat penyakit aneh itu ia pun melakukan pengobatan tradisional dan medis ke berbagai pihak di beberapa daerah di Aceh, tapi tak kunjung sembuh.

Hingga, pada Januari 2016, ia berobat ke Rumah Sakit Zainal Abidin di Banda Aceh. Namun, aneh hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut dikatakan ia tidak menderita penyakit apapun.

Menyakapi kondisi itu, komunitas anak-anak muda Kota Langsa yang peduli nasib warga kurang mampu tergabung dalam Baluem Syedara langsung tergerak hati dan menyambangi rumah Bu Fitriani di rumahnya Gampong Alue Berawe Langsa Kota.

“Kedatangan Baleum Syadara ke rumah Fitriani untuk melihat secara langsung kondisi Fitriani yang sudah lebih dari 20 tahun menderita kaki gajah,  namun karena terbatas biaya akhirnya pasrah dengan kondisi penyakitnya tersebut.

Keinginannya untuk berobat selalu ada, namun ketiadaan dana, karena terbatas biaya niatnya untuk berobat di urungkan”, sekaligus memberikan bantuan sembako,” ungkap, Koordinator Komunitas Baluem Syedara, Agus Setiawan.

Selanjutnya, Agus Setiawan berharap kepada warga Kota Langsa jika ada yang ingin membantu kondisi Bu Fitriani untuk melakukan pemeriksaan dan berobat terhadap penyakit yang dideritanya kiranya dapat mendatangi rumahnya Gampong Alue Berawe Langsa Kota.(m43)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2