Excavator Tenggelam Di Atim, Oknum Kadis Harus Bertanggungjawab

Excavator Tenggelam Di Atim, Oknum Kadis Harus Bertanggungjawab

  • Bagikan
Excavator aset Pemerintah Kota Langsa terbenam dan terbengkalai dalam lumpur tambak, di kawasan pesisir Desa Bayeun Keude, Kecamatan Birem Bayeun, Kab. Aceh Timur, Selasa (19/10). Waspada/Munawar
Excavator aset Pemerintah Kota Langsa terbenam dan terbengkalai dalam lumpur tambak, di kawasan pesisir Desa Bayeun Keude, Kecamatan Birem Bayeun, Kab. Aceh Timur, Selasa (19/10). Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa, harus bertanggungjawab terkait tertenggelamnya alat berat excavator (beko) dalam lumpur di kawasan pesisir Gampong Bayeun Keude, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (19/10).

Manajer LSM Komunitas Rumoh Aceh Sukma M Thaher kepada Waspada.id, Selasa (19/10) mengatakannya di salah satu Kaffee Jalan A Yani Kota Langsa.

“Terkait tenggelamnya alat berat aset Pemerintah Kota Langsa di daerah lain, kami mendesak instansi terkait dan pihak berwajib untuk memeriksa dan menyelidiki kasus ini,” sebutnya.

Lanjutnya, jika memang terbukti bersalah maka kami mengharapkan kepada Wali Kota Langsa untuk memecat oknum Kadis yang telah melanggar UU No. 31 tahun 1991 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ini merupakan menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang sebagai seorang pejabat publik atau ASN, karena meminjamkan atau menyewakan alat berat aset Pemerintah Kota Langsa ke tempat atau daerah lain yang diduga demi kepentingan pribadi dan kelompok,” ujarnya

Sebagaimana diketahui, alat berat jenis beko yang sudah menjadi aset milik Pemerintah Kota Langsa tersebut, seharusnya dipergunakan untuk kepentingan daerah atau masyarakat dalam wilayah Kota Langsa.

“Ini aneh tapi nyata, alat berat jenis beko tersebut yang diduga disewakan atau dipinjamkan ke luar Kota Langsa oleh oknum Kadis. Kini sudah tenggelam dan terdampar di tambak warga kawasan pesisir Aceh Timur,” tegas Sukma.

Berdasar informasi dan sepengatahuan kami, alat berat beko tersebut berada dan beroperasi di kawasan Birem Bayeun sekira beberapa bulan lalu untuk mengeruk lahan tambak salah seorang warga.

Ditegaskanya, alat berat jenis beko itu harus jelas peruntukannya. Begitu pula dengan oknum ASN yang diduga menyalahgunakan penggunaan alat berat tersebut harus bertanggungjawab. “Hal tersebut, benar-benar merugikan daerah dan masyarakat Kota Langsa,” imbuh Sukma. (b24)


  • Bagikan