Enam Hektar Hutan di Bener Meriah Ludes Terbakar - Waspada

Enam Hektar Hutan di Bener Meriah Ludes Terbakar

- Aceh
  • Bagikan

REDELONG (Waspada) : Terhitung sejak 12 hari pada bulan Oktober 2021, sebanyak enam hektar hutan dan lahan di Kabupaten Bener Meriah ludes terbakar.

Luas hutan dan lahan yang terbakar tersebut berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah.

“Dari enam hektar yang terbakar itu terjadi disejumlah titik yang ditangani, belum lagi kebakaran yang terjadi pada puncak gunung yang tidak dapat dijangkau oleh petugas,” kata Kalak BPBD Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi kepada Waspada, Selasa (12/10).

Dia mengatakan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini sudah mulai terjadi sejak 7 Oktober 2021 bermula di Kampung Jalung, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Di kawasan itu, kebakaran rumah hingga berimbas kepada kebakaran lahan sere seluas setengah hektar, “Kemudian, pada 8 Oktober 2021, Karhutla kembali terjadi kecamatan yang sama di Kampung Traslop dengan luas lahan terbakar mencapai dua hektar,” sebutnya.

Lebih parah lagi, lanjut Anwar, kebakaran terjadi pada 11 Oktober 2021 kemarin, hingga menyebabkan kebakaran lahan di empat lokasi yang berbeda.

Kebakaran itu diantaranya Kecamatan Wih Pesam, Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah.

Dikatakan, di Kecamatan Bener Kelipah tepatnya di Kampung Bathin Bandar Jaya, sedikitnya setengah hektar atau empat rante lahan ludes terbakar.

“Lahan ini sudah dibabat, sudah kering hingga terjadi kebakaran. Dilokasi tersebut, kita mengerahkan 3-4 armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memadamkan api dan dibantu oleh TNI/Polri,” jelas Anwar.

Begitu juga, tambahnya, pada hari yang bersamaan, Karhutla terjadi Kecamatan Wih Pesam, kabupaten setempat.

“Dilokasi tersebut, kasusnya hampir sama dengan Bathin Bandar Jaya, lahannya sudah dibabat oleh masyarakat lalu terbakar. Disini kita menerjunkan satu unit Damkar,” katanya.

Dihari yang sama juga, pihaknya kembali mendapatkan laporan karhutla di Kecamatan Pintu Rime Gayo tepatnya di Kampung Menderek.

Diwilayah tersebut, sebanyak dua hektar lahan ludes dilalap si jago merah, petugas menerjunkan tiga unit Damkar untuk memandamkan api.

“Saat melakukan pemadaman api dikawasan itu, Karhutla kembali terjadi di Kampung Arul Gading di kecamatan yang sama. Namun kawasan ini, kebakaran merambat hingga ke kebun kopi milik warga,” kata Anwar.

“Luas lahan yang terbakar lebih kurang dua hektar ilalang dan sekitar satu hektar kebun kopi milik warga setempat,” tambahnya.

Menurut Anwar, kebakaran terhadap kebun kopi tersebut sangatlah miris lantaran harga kopi arabika gayo saat ini sudah melonjak naik.

“Jadi mengingat cuaca saat ini terik disertai angin kencang, kami menghimbau agar masyarakat harus berhati-hati. Situasi saat ini sangat berbeda dengan tahun kemarin, biasanya dibulan oktober sudah musim hujan, tapi saat ini sedikit kemarau disertai angin kencang,” ujarnya.

Begitu juga ia menghimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara menggunakan api, “Ini bisa dilihat dari Karhutla di empat titik itu, rata-rata yang terbakar pada lahan yang baru dibuka,” tutupnya. (Cet)

  • Bagikan