Waspada
Waspada » Empat Muara Sungai Dangkal Penyebab Banjir Lambat Surut Di Aceh Utara
Aceh Headlines

Empat Muara Sungai Dangkal Penyebab Banjir Lambat Surut Di Aceh Utara

Keureuto adalah satu dari empat muara sungai yang dangkal di Kabupaten Aceh Utara. Empat Muara Sungai Dangkal Penyebab Banjir Lambat Surut Di Aceh Utara. Waspada/Ist
Keureuto adalah satu dari empat muara sungai yang dangkal di Kabupaten Aceh Utara. Empat Muara Sungai Dangkal Penyebab Banjir Lambat Surut Di Aceh Utara. Waspada/Ist

ACEH UTARA (Waspada): Pasca terjadinya musibah banjir yang melanda di 25 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara dua hari berturut-turut yaitu tanggal 5-6 Desember 2020, genangan banjir masih bertahan di areal persawahan di beberapa kecamatan terparah. Setelah ditelusuri salah satu penyebab genangan banjir lambat surut dikarena ada empat muara sungai yang dangkal di kabupaten itu.

Informasi muara sungai dangkal di Aceh Utara disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo saat mengunjungi lokasi bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/12).

Kepada Bupati Aceh Utara dan Komandan Korem 011/Lilawangsa, Doni menjelaskan, dari udara dia melihat ada beberapa muara sungai yang harus dilakukan pengerukan karena dangkal. Untuk itu dia memerintahkan Pemkab Aceh Utara bersama Komandan Korem 011/LW untuk melihat langsung beberapa muara sungai guna memastikan kebenaran tentang apa yang dilihat oleh Kepala BNPB Pusat itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Utara, Edi Anwar melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Jafar saat dikonfirmasi Waspada.id, Kamis (17/12) sore membenarkan beberapa hari yang lalu pihaknya bersama Komandan Korem 011/Lilawangsa serta Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Amir Hamzah memantau langsung muara sungai yang dicurigai telah dangkal.

Beberapa muara sungai yang dikunjungi itu adalah Kuala Lancok di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kuala Keureuto di Kecamatan lapang, Kuala Laga Batang di Kecamatan Seunuddon, dan Kuala Laga Batang di Kecamatan Baktya. Dari amatan langsung di lapangan, sebut Jafar, memang ke empat muara sungai itu dangkal. “Kita sudah melihat langsung ke empat muara sungai tersebut sudah sangat dangkal,” sebut Jafar.

Dari hasil temuan di lapangan, Jafar menyimpulkan, genangan banjir lambat surut di beberaka kecamatan terparah terjadi bencana banjir beberapa hari lalu disebabkan muara sungai yang dangkal itu. “Jadi airnya lambat surut karena tidak bis amengalir disebabkan muara sungai yang dangkal itu. Memang bukan ini satu-satunya alas an penyebab genagan banjir lambat surut di areal persawahan warga. Tentunya ada penyebab lainnya, misalkan saluran yang dangkal dan kotor,” sebut Jafar.

Salah satu saluran yang menghambat genagan banjir lambat surut adalah Alue Gunto di Kecamatan Syamtalira Aron. Karena saluran itu dangkal dan kotor maka genangan banjir hingga menggenagi sebagian jalan nasional di sekitar lokasi Alue Gunto terebut. “Genangan banjir di lintasan jalan nasional kemarin termasuk tinggi. Banyak mobil pribadi gagal melintas,” kata Jafar kepada Waspada.id.

Ditanya berapa kebutuhan biaya untuk melakukan pengerukan di empat muara sungai itu, Jafar menjelaskan, pengerukan muara sungai yang dangkal itu menjadi kewenangan pihak provinsi. Pihaknya hanya diminta untuk menunjukkan titik lokasi muara sungai tersebut. Pun demikian, kata Jafar, pihaknya memperkirakan akan menghabiskan biaya mencapai puluhan miliar rupiah. “Itu kalau hanya dilakukan pengerukan, tetapi kalau dilengkapi dengan Jetty bisa lebih besar lagi anggaran yang dibutuhkan,” demikian Kabid Sumber Daya Air di Dinas PUPR Aceh Utara itu.

Pada kesempatan itu, Waspada.id juga mencoba mengonfirmasi Kepala BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah. Penjelasan dia hampir sama dengan yang disampaikan Jafar dari PUPR. “Nantinya data muara sungai dangkal kita serahkan kepada Bapak Komandan Korem 011/LW. Nanti bapak Komandan Korem yang melaporkan ke Provinsi Aceh mungkin melalui Pangdam Iskandar Muda sesuai intruksi Kepala BNPB bapak Doni Monardo,” demikian Amir Hamzah. (b07).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2