Empat Elang Dilepas Ke Hutan Aceh Tengah

Empat Elang Dilepas Ke Hutan Aceh Tengah

- Aceh
  • Bagikan
LEPAS LIAR: Burung elang brontok dilepas liar ke kawasan pegunungan Bur Telege, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (19/9). Waspada/Ist
LEPAS LIAR: Burung elang brontok dilepas liar ke kawasan pegunungan Bur Telege, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (19/9). Waspada/Ist

TAKENGON (Waspada): Setelah diamankan dan dirawat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, akhirnya melepas kembali empat ekor burung elang brontok ke kawasan pegunungan Bur Telege, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.

“Burung elang ini merupakan satwa hasil serahan di bulan Maret 2021 yang lalu. Kemudian kita titip dan rawat serta rehabilitasi di Lembaga Konservasi Taman Rusa di bawah pengawasan dokter hewan kita,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto S.Hut, dalam siaran persnya, Senin (20/9).

                                             

Dijelaskan, perawatan terhadap burung elang brontok itu mencapai enam bulan. Sebelum dilepasliarkan, keempat ekor elang tersebut telah melalui prosedur pengecekan kesehatan dan menjalani proses habituasi di lokasi lepas liar.

“Pemilihan kawasan wisata Bur Telege yang terletak di dataran tinggi Gayo, karena kawasan tersebut merupakan habitat yang sesuai untuk elang brontok, baik dari sisi ketersediaan pakan dan juga sisi keamanan,” sebut Agus.

Kegiatan pelepasliaran empat ekor burung elang itu, lanjut Agus, dilaksanakan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE No. SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis (juknis) Pelepasliaran Satwa Liar di masa pandemi COVID-19. “Ke-empat ekor elang tersebut telah dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan,” tambah Agus.

Sebagaimana diketahui, elang brontok atau Nisaetus Cirrhatus merupakan salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang dilindungi.

Atas dukungan seluruh unsur, BKSDA Aceh mengapresiasi Bupati Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah, Kajari Aceh Tengah, Kepala KPH Wilayah II DLHK Provinsi Aceh, Kepala Kampung Hakim Bale Bujang, Perangkat Kampung Hakim Bale Bujang, pengelola kawasan wisata Bur Telege, Lembaga Konservasi Taman Rusa dan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL).

“Tanpa dukungan semua pihak, mustahil kegiatan lepas liar satwa dilindungi berjalan optimal,” ujar Agus Arianto, seraya menandaskan, setelah dilepas liar ke habitatnya tentu diharap dapat berkembang secara alami. (b11)

  • Bagikan