Waspada
Waspada » Eksekusi Kios Di Lahan Milik PT Pertamina Ricuh
Aceh Headlines

Eksekusi Kios Di Lahan Milik PT Pertamina Ricuh

Keluarga dari Alm Tgk H Husin Almujahid saat menghalau petugas PT Pertamina EP Rantau yang melakukan pembongkaran kios di lahan milik perusahaan tersebut. Eksekusi Kios Di Lahan Milik PT Pertamina Ricuh. Waspada/Yusri
Keluarga dari Alm Tgk H Husin Almujahid saat menghalau petugas PT Pertamina EP Rantau yang melakukan pembongkaran kios di lahan milik perusahaan tersebut. Eksekusi Kios Di Lahan Milik PT Pertamina Ricuh. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada): Eksekusi atau pembongkaran satu unit kios di lahan milik PT Pertamina EP Field Rantau yang berada di lintasan jalan Banda Aceh – Medan, tepatnya di Dusun Istana, Kampung Tanjung Karang sempat menuai kericuhan antara pemilik kios dan petugas pembongkaran dari Pertamina.

Pengamatan Waspada.id, Kamis (11/2) di lapangan terlihat, dalam prosesi pelaksanaan pembongkaran kios tersebut dari Pertamina EP Rantau juga menurunkan personel Security, tampaknya juga personel Satpol PP Aceh Tamiang, personel TNI dan personel polisi dari Polsek Karang Baru.

Kericuhan terjadi ketika akan dilakukan pembongkaran kios dan pembongkaran baliho bertuliskan, Pertamina lupa sejarah dan lupa bayar hutang kepada Alm Djendral Major Kehormatan TNI -AD Tgk H. Amir Husin Almujahid. Almarhum Tgk H Amir Husin Almujahid pernah menjabat sebagai pimpinan tambang minyak Sumatera Utara-Aceh tahun 1948 -1953.

Seperti diketahui, kios yang dieksekusi oleh perusahaan minyak tersebut milik Ahmad Dahlawi yang juga salah seorang anak dari Alm Tgk H Amir Husin Almujahid, begitu juga dengan aset Pertamina itu sebelumnya milik keluarga Alm Amir Husen Almujahid dan telah dibebaskan ganti ruginya oleh PT Pertamina pada tahun 1970 ketika terjadi blow out sumur KSB – 54 milik Pertamina EP Rantau.

Eksekusi kios tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat dan warga yang melintas, karena kejadian ini berada tepat di pinggir jalan lintas Banda Aceh – Medan. Bahkan upaya pembongkaran ini gagal dilakukan karena dihalangi keluarga Alm Tgk Amir Husin Almujahid dan pihak keluarga meminta pembongkaran tidak dilakukan ini hari.

Pihak keluarga meminta waktu satu minggu dan akan di bongkar sendiri, tapi pihak perusahaan terus berupaya melakukan pembongkaran. Namun belum berhasil karena dihalangi pemilik kios dan keluarga hingga akhirnya upaya mediasi dilakukan oleh Kapolsek Karang Baru, AKP Yozana Fazri, Danramil Karang Baru Kapten Inf M. Lumban Raja, Kasatpol PP Aceh Tamiang, Asmai dan pihak dari Pertamina Rantau.

Mediasi berlangsung sangat alot hingga jelang shalat Dzuhur, dari mediasi itu akhirnya disepakati kios tersebut di bongkar sendiri oleh pemilik setelah shalat Dzuhur. Untuk bisa berjualan lagi di lokasi lahan Pertamina itu, diminta pemilik kios untuk mengajukan permohonan kembali ke perusahaan.

Sementara Doni Irawan Bagian Humas Pertamina EP Rantau yang terjun langsung melakukan mediasi, kepada Waspada.id menjelaskan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Kementerian Keuangan, SKK Migas dan Pertamina (Persero) dalam rangka pengamanan aset barang milik negara.

“Selain itu, bangunan rumah dan lahannya akan diaktifkan untuk program CSR salah satunya kegiatan pelatihan ketrampilan disabilitas,” demikian Doni. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2