Waspada
Waspada » Dugaan Korupsi DD, Mantan Kades Ditahan
Aceh

Dugaan Korupsi DD, Mantan Kades Ditahan

KAPOLRES Abdya AKBP Moh Basori SIK, didampingi Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH (kiri) dan Kabag Ops AKP Haryono (kanan), saat memberi keterangan pers terkait korupsi DD Blang Makmur, di ruang video conference Mapolres, Rabu (5/2). Waspada/Syafrizal/B
KAPOLRES Abdya AKBP Moh Basori SIK, didampingi Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH (kiri) dan Kabag Ops AKP Haryono (kanan), saat memberi keterangan pers terkait korupsi DD Blang Makmur, di ruang video conference Mapolres, Rabu (5/2). Waspada/Syafrizal/B

BLANGPIDIE (Waspada) : MH, 48, mantan Kepala Desa (Kades) Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (5/2), ditahan penyidik Polres Abdya dalam dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 lalu.

Selain mantan Kades MH, pada hari yang sama, penyidik Polres Abdya juga menahan tersangka lain, yakni RY, 48, mantan bendahara Desa Blang Makmur. Kedua mantan pejabat desa itu, diduga telah melakukan perbuatan korupsi DD pada tahun 2018 lalu, dengan melakukan pekerjaan fiktif. Akibatnya, dari total DD Blang Makmur Rp 1,2 miliar itu, sebesar Rp 445 juta lebih DD, tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, didampingi Kabag Ops AKP Haryono, Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH, dalam konferensi pers Rabu (5/2), di ruang video conference Mapolres Abdya mengungkapkan, penahanan kedua tersangka

Dugaan korupsi DD Balng Makmur ini, terhitung mulai Rabu (5/2), setelah melalui proses penyidikan panjang. “Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa 15 orang saksi dan 2 orang saksi ahli. Kita juga sudah menyita sejumlah barang bukti,” ungkapnya.

Kapolres Basori mengatakan, berdasarkan pengembangan kasus diketahui, kedua tersangka diduga telah bermufakat melakukan pencairan DD senilai Rp445.635.500. Selanjutnya diketahui juga, dana itu raib dan tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh kedua tersangka. “Kerugian negara ditemukan setelah adanya hasil audit tim APIP terhadap penggunaan DD tahun 2018 di Desa Blang Makmur,” sebutnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2) undang-undangan nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Dengan ancaman pidana kurungan minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun, denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. “Semua dokumen dan barang bukti sudah lengkap (P21). Selanjutnya tersangka akan segera kita limpahkan tahap II ke Kejaksaan Negeri Abdya,” kata Kapolres Basori.

Terakhir, Kapolres Basori mengingatkan kepada seluruh Kades di Abdya, agar berhati-hati menggunakan DD. Soalnya, dalam tahun ini, baru satu desa yang kedapatan melakukan tindak pidana korupsi. “Kita ingatkan para Kades jangan sampai terjerat dengan hukum gara-gara salah gunakan DD,” tutupnya.(cza/I)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2