Dua Napi Masih Buron, Rutan Singkil Mendesak Direnovasi

Dua Napi Masih Buron, Rutan Singkil Mendesak Direnovasi

- Aceh
  • Bagikan
Kepala Rutan Singkil Ramli SH menunjukkan kondisi Rutan kelas II B Aceh Singkil, Rabu (13/10). Waspada/ AriefH.
Kepala Rutan Singkil Ramli SH menunjukkan kondisi Rutan kelas II B Aceh Singkil, Rabu (13/10). Waspada/ AriefH.

SINGKIL (Waspada): Pasca tiga narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Aceh Singkil, hingga kini 2 napi diantaranya ditetapkan sebagai buronan. Sementara satu napi diantaranya sudah berhasil ditangkap petugas Kepolisian dari rumahnya di Desa Tunas Harapan Kecamatan Gunung Meriah, pada 14 September 2021, yang sebelumnya sempat kabur bersamaan pada 11 September 2021.

Kepala Rutan Klas II B Aceh Singkil Ramli SH yang dikonfirmasi Waspada.id, Rabu (13/10) terkait kondisi pagar Rutan tersebut mengatakan, kondisi pagar Rutan yang sebelumnya sudah sempat dilubangi untuk jalan Napi kabur sudah kembali ditimbun.

Sayangnya hingga kini pagar beton tersebut belum ada renovasi sebagai langkah pengamanan, mengantisipasi kaburnya napi dengan cara mengorek tanah dari bawah pagar tersebut. Sementara Napi yang sudah berhasil ditangkap saat ini sudah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Blang Pidie.

“Kasat Reskrim dari Polres, tadi sudah turun lagi melihat kondisi pagar tersebut,” ucap Ramli.

Masih ditimbun yang berlubang kemarin. Memang sebaiknya sekeliling pagar beton itu harus di cor lantai biar lebih aman. Namun sampai ini belum ada anggaran untuk renovasi tersebut, ucap Ramli.

Untuk renovasi tersebut katanya, pihaknya sudah menyampaikan langsung kepada Bupati Aceh Singkil untuk pengusulan renovasi bangunan maupun pagar beton. “Karena kondisi tanahnya rawa maka amblas dan sebaiknya memang harus dicor lantai sekelilingnya,” tambah Ramli.

Kendati demikian katanya, setelah koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Kajari langsung mengutus konsultan, rencananya untuk pekerjaan pembanguan 2 ruang tahanan wanita serta pavling blok halaman Rutan.
Untuk jumlah ruangan di Rutan tersebut katanya, saat ini ada 13 ruangan. Diantaranya 10 kamar dan 3 ruangan. Sementara ada 4 tahanan wanita belum memilik ruangan khusus.

Rutan Singkil juga sudah mengusulkan penambahan personel ke Kemenkumham. Karena personel yang bertugas sebanyak 21 orang, hanya 3 petugas penjagaan. Sementara warga binaan di dalam berjumlah 150 orang. Begitupun, Ramli yang mengaku baru 3 minggu bertugas di Rutan Singkil, akan merubah sistem kerja manageman di Rutan tersebut yang selama ini berbeda dengan daerah lain.

Untuk hak-hak warga binaan ke depan tidak akan ada alasan kelewatan sampai 3 atau 7 bulan. Seperti hak asimilasi rumah (Asrum), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CB), ini yang harus diluruskan. Sesuai motto Kemenkumham sekarang, bukan napi menunggu surat bebas, tapi surat bebas yang menunggu napi, sebut Ramli.(b25)

  • Bagikan