Waspada
Waspada » Dua Kurir Sabu 2 Kg Ditangkap di Bandara SIM
Aceh Headlines

Dua Kurir Sabu 2 Kg Ditangkap di Bandara SIM

TERSANGKA pembawa sabu 2 kg di Bandara SIM.(Waspada/Ist)

BANDA ACEH (Waspada): Kerjasama antara Polresta Banda Aceh, khususnya Satuan Reserse Narkoba dan Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, berhasil menggagalkan perjalanan udara dua kurir sabu yang membawa sabu seberat 2 kg menggunakan pesawat Lion Air, Kamis (9/1).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK, Jumat (10/11) mengatakan, pengungkapan ini merupakan terbesar di awal tahun 2020.

“Kedua penumpang yang berhasil di amankan tersebut atas nama MN, 23, warga Aceh Utara dan FU, 28, merupakan warga Bireuen. Kedua orang tersebut diamankan karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 2 kg dengan tujuan Jakarta,” ujar Boby.

Tersangka MN dan FU diamankan atas kecurigaan petugas Avsec pada saat melintasi pintu X-Ray. Pada saat dilakukan pemeriksaan badan, petugas Avsec tidak menemukan barang bukti, namun kecurigaan beralih ke sepatu milik MN, dan petugas memerintahkan untuk membuka sepatu.

“Hasilnya dari dalam sepatu tersangka MN, didapatkan 4 paket sabu dengan berat 1 kg terbungkus kertas bening. Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap tersangka FU, dan ditemukan 5 paket sabu seberat 1 kg,” kata Boby.

Selanjutnya, petugas Avsec Bandara menghubungi personel Pos Pol Bandara Brigadir Zulfrizal dan mengamankan kedua orang tersebut di Polsek Kuta Baro.

“Hasil keterangan dari kedua tersangka, pengambilan sabu tersebut oleh MN dan FU pada tangan 02 (panggilan) dengan cara dihubungi oleh tersangka TK yang saat ini sebagai DPO. TK sendiri berperan sebagai pengarah atau pemandu,” ujar Kasat Resnarkoba lagi.

Tersangka TK menjanjikan akan memberikan upah Rp40 juta kepada MN dan FU apabila barang berupa sabu sampai ke tujuan, untuk dititipkan kepada pemesan lainnya dengan cara kedua tersangka tersebut akan dihubungi oleh TK untuk bertemu dengan pemesan lainnya,” sambung Kasat.

“TK berperan sebagai pemesan barang untuk dijual kepada orang lain, sementara itu, upah yang telah diterima kedua tersangka dari TK dengan cara ditransfer sebesar Rp500 ribu sebagai upah awal,” jelas Kompol Boby.

Personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, menyita sejumlah barang bukti lainnya selain natkotika jenis sabu, dan menjerat kedua tersangka dengan pasal 112 ayat (2), dari UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.(cb01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2