Waspada
Waspada » DSI Aceh Tamiang Sosialisasikan Program Magrib Mengaji
Aceh

DSI Aceh Tamiang Sosialisasikan Program Magrib Mengaji

Waspada/Ist Kadis Syariat Islam Aceh Tamiang, Syamsul Rizal menyerahkan buku kendali magrib mengaji kepada kepala sekolah tingkat SMA dan SMK se Aceh Tamiang Selasa (23/2).

 

KUAlASIMPANG (Waspada) : Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Tamiang terus berpacu melaksanakan sosialisasi program magrib mengaji di tengah – tengah masyarakat maupun instansi pemerintahan terutama lembaga pendidikan.

Pasalnya, program ini salah satu program unggulan dari rencana pembangunan Pemkab Aceh Tamiang dengan tujuan mengembalikan budaya mengaji ba’da maghrib di tengah-tengah masyarakat, khususnya generasi milenial dan kawula muda.

Seperti diketahui bersama, dahulu aktivitas anak-anak dan remaja mulai dari Maghrib hingga shalat Isya berada di masjid, melakukan aktivitas mengaji, baik itu membaca Alquran atau belajar ilmu-ilmu agama.

Namun kini, budaya itu sudah mulai hilang, karena itu perlu mengembalikan budaya tersebut agar anak-anak generasi bangsa kembali terbiasa membaca Alquran dan lebih memahami serta mendalami ilmu agamanya.

“Untuk terlaksananya program ini, tentu bukan semudah membalikkan telapak tangan, bahkan perlu suport dan dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk tenaga pengajar di sekolah – sekolah umum dan madrasah,” kata Syamsul Rizal, S.Ag Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang kepada Waspada Rabu (24/2) di kantornya.

Syamsul Rizal menyebutkan, bahkan pada Selasa (23/2) kemarin pihaknya juga men sosialisasi program magrib mengaji bagi kepala sekolah tingkat SMA dan SMK se Aceh Tamiang.

“Kita harapkan para kepala sekolah nantinya mensosialisasikan kembali bagi siswa – siswa dari masing – masing sekolah, ” ungkapnya.

Menurutnya, dalam kegiatan safari Maghrib dan Shubuh ke mesjid-masjid yang ada dalam Kabupaten Aceh Tamiang, Bupati H. Mursil bersama Wakil Bupati Tengku Insyafuddin juga selalu menyampaikan tentang program magrib mengaji yang telah dicanangkan pemerintah daerah.

“Program ini tidak lain adalah untuk melihat kembali masjid dan musholla ramai dengan anak-anak membaca Alquran selepas maghrib hingga masuk shalat Isya,” ujarnya.

Samsul Rizal menegaskan, program Maghrib mengaji adalah upaya pemerintah dan segenap pemangku kepentingan secara bersama-sama membina generasi penerus menjadi generasi rabbani.

” Namun, para orang tua juga sebagai garda terdepan da menjadi kunci utama untuk mengajak anak-anaknya kepada kebaikan, ” pinta Syamsul Rizal sembari menambahkan, para orang tua harus turut berkontribusi besar dalam menyukseskan program ini karena suatu saat nanti bisa kita rasakan bersama-sama generasi Aceh Tamiang di masa mendatang menjadi generasi yang cinta Alquran.(b15)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2